Muara Beloan Siapkan 5.000 Hektare Lahan untuk Lumbung Ikan

  • 20 Jan 2026 05:41 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Kampung Muara Beloan di Kecamatan Muara Pahu menyatakan kesiapannya untuk menjadi penyangga pangan strategis bagi Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Tahun 2027, pemerintah kampung menawarkan hibah lahan rawa seluas 5.000 hektare untuk dikembangkan menjadi pusat perikanan air tawar nasional.

Kepala Kampung Muara Beloan, Rudi Suhartono, mengungkapkan bahwa dari total wilayah seluas 8.430 hektare, sebagian besar merupakan ekosistem rawa yang sangat potensial bagi budidaya ikan.

“Kami siap menghibahkan 5.000 hektare lahan rawa ini untuk dikembangkan menjadi stok pangan perikanan bagi IKN dan Kabupaten Kutai Barat," kata Rudi saat mengikuti forum diskusi di Aula ATJ Kantor Pemkab Kubar, Senin 19 Januari 2026.

BACA JUGA:

Pemkab Kubar Buka Ruang Masukan Publik untuk RKPD 2027

Kampung Muara Beloan Jadi Sentral Perikanan di Kubar

Meski memiliki potensi besar sebagai penghasil ikan terbesar di daerahnya, Rudi mengeluhkan buruknya akses jalan yang memicu ketimpangan ekonomi. Ia memaparkan bahwa saat ini harga ikan Haruan (Gabus) di tingkat nelayan lokal hanya dihargai Rp10.000 per kilogram. Padahal, di Pasar Melak, harga komoditas yang sama bisa mencapai Rp75.000 per kilogram.

"Hanya karena jalan tidak maksimal, harga jual di kampung kami sangat rendah. Kami memohon agar pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur di kampung-kampung dengan potensi SDA tinggi agar ekonomi warga bisa mendongkrak pendapatan asli kampung," ujarnya.

Ia juga mendesak agar kebijakan terhadap dana CSR perusahaan swasta di wilayah tersebut diperkuat guna membantu perbaikan akses jalan umum.

BACA JUGA:

Pemkab Kubar Fokus Benahi Tata Kelola Infrastruktur di 2027

Menanggapi aspirasi tersebut, Bappeda Litbang Kubar memastikan bahwa seluruh usulan akan ditampung dalam perencanaan RKPD 2027. Sejalan dengan hal itu, Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menegaskan fokus pembangunan daerah ke depan akan bertumpu pada penguatan tata kelola pemerintahan dan pemenuhan infrastruktur yang mendukung sektor agroindustri.

"Melalui pengembangan sektor agroindustri, kita ingin menciptakan nilai tambah bagi produk lokal, membuka lapangan kerja, serta mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kutai Barat," ucap Bupati Frederick Edwin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....