Wabup Soal Ekonomi Kubar: Tambang Pasti Habis, Pertanian Solusinya

  • 21 Jan 2026 06:29 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, menyerukan transformasi ekonomi dengan menggeser ketergantungan dari sektor pertambangan ke sektor yang dapat diperbarui (renewable). Penegasan ini disampaikan Nanang mengingat cadangan sumber daya alam seperti batu bara bersifat terbatas dan akan habis pada waktunya.

"Sektor galian atau batu bara itu barang yang bisa habis. Oleh sebab itu, kita harus sepakat sektor di luar pertambangan, seperti pertanian dan perikanan, harus betul-betul kita dorong agar berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat," kata Nanang Adriani dalam forum diskusi publik perencanaan RKPD 2027 di Sendawar, Senin, 19 Januari 2026.

Nanang memaparkan fakta bahwa kurang lebih 77 persen masyarakat Kutai Barat menggantungkan hidup di sektor pertanian. Namun, ia menilai potensi besar ini belum tergarap maksimal untuk menjadi motor utama penggerak ekonomi yang menjamin kesejahteraan jangka panjang.

BACA JUGA:

Kurangi Ketergantungan Tambang, Wabup Kubar Dorong Kembangkan Sektor Pertanian

Menurutnya, porsi kebijakan dan anggaran bagi sektor pertanian dan perikanan harus diberikan keleluasaan lebih besar. Nanang menginstruksikan jajaran dinas terkait untuk "berpikir keras" menciptakan inovasi yang mampu membuat ekonomi Kutai Barat melompat dalam 3 hingga 4 tahun ke depan.

"Jika memang produk pertanian menjadi arah utama, maka kita harus fokus dari sekarang. Perencanaan harus terintegrasi dan diukur betul hasilnya karena pertanian butuh waktu; tanam hari ini tidak bisa besok langsung panen," ucapnya.

Selain fokus pada komoditas, Wabup juga menekankan pentingnya sinergi antara pengembangan lahan dengan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, membuka perkebunan karet atau sawit di pedalaman tanpa akses jalan yang memadai hanya akan menyulitkan petani dalam memasarkan hasil produksinya.

BACA JUGA:

Ketergantungan Sektor Tambang Dinilai Hambat Transformasi Ekonomi Kubar

Ia juga melihat peluang strategis melalui keberadaan Koperasi Merah Putih. Gerai-gerai koperasi tersebut diharapkan menjadi wadah penampung produk pertanian lokal, sehingga rantai distribusi lebih pendek dan keuntungan petani lebih terjaga.

Langkah transformasi ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam memperkuat struktur ekonomi daerah berbasis agroindustri guna menyongsong peran sebagai mitra penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....