Puluhan Tahun Terisolasi, Jalan Bongan-Gerunggung Ditarget Tembus Akhir 2026

  • 06 Jun 2026 06:08 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Harapan masyarakat di tiga kampung tertinggal Kecamatan Bongan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) untuk menikmati akses jalan yang layak mulai menemukan titik terang. Pemkab Kubar bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan konektivitas menuju Kampung Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung dapat terbuka hingga kampung paling ujung pada akhir tahun 2026 hingga awal 2027.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, dalam konferensi pers terkait rencana percepatan pembangunan ruas Jalan Bongan–Gerunggung, Kamis 4 Juni 2026. Menurut Edwin, pembangunan akses jalan menjadi langkah penting untuk mempercepat peningkatan status kampung tertinggal sekaligus membuka akses pelayanan dasar bagi masyarakat.

“Penanganan ruas konektivitas ini akan memberikan dampak yang signifikan karena membuka akses pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, air bersih, listrik, sanitasi, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Saat ini kondisi jalan menuju Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung masih didominasi jalan tanah. Dari total panjang ruas sekitar 45 kilometer, baru sekitar 10,17 kilometer yang berstatus mantap berupa jalan aspal dan beton. Sisanya sekitar 34 kilometer masih berupa jalan tanah yang sulit dilalui terutama saat musim hujan.

Sementara Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Litbang Kutai Barat, Merisa Dilang, menjelaskan seluruh sisa ruas jalan tersebut akan ditangani melalui kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi pada tahun ini.

“Yang pasti tuntas dalam artian aksesnya terbuka sampai ke Gerunggung pada 2026. Sebagian ditangani dengan aspal dan sebagian lagi agregat, tetapi konektivitasnya akan tersambung sampai kampung paling ujung,” katanya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kutai Barat, Michael Hermawan, mengatakan pembangunan dilakukan secara bertahap dari arah Simpang Kilometer 88 menuju pedalaman. Metode tersebut dipilih karena kondisi geografis yang menantang dan keterbatasan material di lapangan.

Bupati Kubar, Frederick Edwin (tengah) didampingi Pj Sekda dan kepala Bapeda Kubar memberikan keterangan pers terkait pembangunan jalan Bongan-Gerunggung, Kamis 4 Juni 2026.

Menurutnya, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten akan bekerja bersama menyelesaikan ruas jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat di kawasan tersebut.

“Pak Gubernur mengutamakan konektivitasnya dulu. Yang penting aksesnya bisa tembus sampai Kampung Gerunggung sebagai kampung paling ujung,” ujarnya.

Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran pembangunan jalan aspal dan agregat, sementara Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyiapkan anggaran Rp10 miliar untuk pembangunan jalan beton.

Terpisah Petinggi Kampung Deraya, Syahrani, menyambut baik komitmen pemerintah tersebut. Ia berharap pembangunan dapat terus berlanjut hingga seluruh ruas benar-benar mantap dan dapat dilalui sepanjang tahun.

“Kalau akses jalan sudah bagus, perekonomian masyarakat pasti ikut terangkat. Yang penting pembangunan terus berjalan dan masyarakat tidak lagi terisolasi,” katanya.

Jika target tersebut tercapai, tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi masyarakat Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung setelah puluhan tahun bergantung pada jalan tanah yang kerap terputus saat musim hujan.

Kehadiran jalan yang lebih baik diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan kesejahteraan dan percepatan pembangunan di kawasan pedalaman Kutai Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....