Anggaran Rp145 Miliar Digelontorkan, Buka Akses Tiga Kampung Tertinggal di Kubar

  • 04 Jun 2026 21:38 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengalokasikan anggaran sekitar Rp145 miliar Tahun Anggaran (TA) 2026, untuk penanganan ruas jalan menuju tiga kampung tertinggal di Kecamatan Bongan.

Bupati Frederick Edwin mengatakan, program tersebut ditargetkan membuka akses menuju Kampung Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung pada tahun 2026 ini.

Lanjut dikatakan, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pengentasan daerah tertinggal melalui peningkatan konektivitas wilayah.

“Dengan penanganan ini, akses menuju Kampung Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung sudah terbuka. Ruas yang sebelumnya masih berupa jalan tanah akan ditingkatkan menjadi jalan aspal dan agregat,” kata Bupati Edwin, didampingi Sekda Kubar, Kamius Junaidi serta Kepala dan perwakilan OPD terkait, dalam konferensi pers di lantai III Kantor Bupati Kubar, Kamis 4 Juni 2026.

Ia menjelaskan ruas jalan yang menghubungkan kawasan Trans Kalimantan hingga Gerunggung memiliki panjang sekitar 45 kilometer dan menjadi akses utama masyarakat di wilayah tersebut.

Saat ini, dari total panjang ruas tersebut, sekitar 10,17 kilometer telah beraspal dan beton. Sementara sisanya sepanjang 34,83 kilometer masih berupa jalan tanah yang kondisinya sangat dipengaruhi cuaca.

Untuk melanjutkan penanganan ruas yang belum terbangun, melalui APBD Tahun Anggaran 2026, Pemprov Kaltim, mengalokasikan sekitar Rp135 miliar untuk pembangunan jalan aspal sepanjang 19,2 kilometer dan jalan agregat sepanjang 14,8 kilometer. Kemudian Pemkab Kubar, turut menganggarkan Rp10 miliar untuk pembangunan jalan beton sepanjang 2 kilometer.

“Penanganan ruas jalan tersebut berkolaborasi antara Dinas PUPR Kaltim dan Dinas PUPR Kubar. Mekanisme pembangunan yang ditangani Provinsi disesuaikan dengan status jalan sebagai jalan kabupaten yang setelah selesai di bangun akan dihibahkan kepada Pemkab Kubar,” ujar Bupati Edwin.

Menurut Edwin, penanganan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi menuju pusat pelayanan dan aktivitas ekonomi.

Meski penyempurnaan ruas jalan masih akan dilanjutkan secara bertahap oleh Pemkab Kubar tahun 2027, ia menegaskan penanganan tahun 2026 menjadi titik penting karena akses darat menuju tiga kampung tertinggal tersebut akan terbuka secara lebih baik dan dapat dilalui masyarakat dengan lebih mudah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....