125 Peserta Siap Ikuti Tutus Adat yang Digelar Presidium Dewan Adat Kubar
- 07 Sep 2026 07:30 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Pendaftaran kegiatan Tutus Adat Presidium Dewan Adat Kutai Barat (PDA) resmi ditutup pada Minggu, 6 September 2026. Sebanyak 125 peserta tercatat akan mengikuti kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, di Sendawar, Kabupaten Kutai Barat.
Tutus adat adalah proses pembelajaran, pendalaman, atau pengesahan pengetahuan mengenai hukum dan aturan adat istiadat secara turun-temurun, yang umum dikenal dalam tradisi masyarakat adat Dayak.
Ketua PDA Kubar, Yurang, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 125 orang. Ia menyebut, jumlah peserta bukan sekadar angka, tetapi merupakan tanda bahwa masih ada keinginan yang kuat dari masyarakat untuk mengenal, memahami, dan menjalankan adat secara benar.
“Ini menjadi modal penting bagi keberlangsungan adat dan budaya kita di masa yang akan datang,” kata Yurang.
Menurutnya, tutus adat merupakan bagian dari proses pewarisan pengetahuan dan nilai-nilai adat sehingga tidak boleh berhenti pada satu generasi.
“Kita memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa pengetahuan adat tidak berhenti pada generasi yang sekarang. Para guru tutus adat yang kita hadirkan memiliki pengalaman dan pengetahuan yang berbeda-beda, sehingga peserta dapat belajar langsung dari sumber yang memahami adat dan praktiknya,” ujarnya.
Yurang menegaskan, regenerasi kepemimpinan adat harus dibangun melalui proses pembelajaran, pengalaman, dan keterlibatan langsung dalam kehidupan adat.
“Kita ingin pemimpin-pemimpin adat ke depan bukan hanya memahami struktur kelembagaan, tetapi juga memahami adat yang menjadi dasar dalam menjalankan tugasnya. Karena itu, pengalaman mengikuti Pekapaaq, Tutus Adat, serta memahami berbagai prosesi dan tata adat merupakan bagian penting dalam membentuk seorang pemimpin adat,” katanya.
Ia berharap para peserta dapat menjadi penggerak sekaligus penerus adat di wilayah masing-masing dan meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada generasi berikutnya.
“Adat akan tetap hidup apabila dipelajari, dijalankan, dan diwariskan. Karena itu, melalui Tutus Adat ini kita ingin membangun mata rantai pewarisan yang tidak terputus, dari para tetua dan guru adat, kepada para pemangku adat saat ini, dan selanjutnya kepada generasi penerus,” ucapnya.
Memperkuat Regenerasi Pemimpin Adat
Ketua Panitia Tutus Adat, Arkadius Elly, mengatakan tingginya jumlah peserta menjadi dorongan sekaligus tanggung jawab bagi panitia untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.
“Kami bersyukur dan mengapresiasi antusiasme masyarakat yang telah mendaftarkan diri. Kami berharap peserta tidak hanya mengikuti prosesi Tutus Adat, tetapi benar-benar memahami makna, tata cara, dan tanggung jawab adat yang menyertainya,” kata Arkadius.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menjaga kesinambungan pengetahuan adat di tengah perkembangan zaman.
“Pengetahuan adat harus terus diwariskan. Karena itu, kegiatan ini kami harapkan menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman para guru tutus adat dengan generasi yang akan melanjutkan tugas dan tanggung jawab dalam kehidupan adat,” ujarnya.
Mantan anggota DPRD Kubar ini menambahkan, antusiasme peserta datang dari berbagai wilayah di Kutai Barat. Peserta terbanyak berasal dari Kecamatan Mook Manaar Bulatn, disusul Kecamatan Sekolaq Darat dan Kecamatan Jempang.
Menurutnya, keikutsertaan masyarakat dari berbagai kawasan Kutai Barat turut menunjukkan kepedulian terhadap keberlangsungan nilai-nilai adat dan warisan leluhur.
“Sebaran peserta dari berbagai kecamatan menunjukkan bahwa perhatian terhadap pelestarian adat dan pewarisan pengetahuan adat tidak hanya terpusat di satu wilayah,” ujar Arkadius.
Dihadiri Bupati Kubar dan Empat Guru Tutus Adat
Arkadius mengatakan, acara tutus adat akan dihadiri Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin sekaligus membuka kegiatan tersebut. Kehadiran orang nomor satu di Kubar ini jadi bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya sekaligus penguatan regenerasi kepemimpinan adat di Kabupaten Kutai Barat.
Kegiatan tutus adat tahun ini mengusung tema “Menjaga Warisan Leluhur, Memperkuat Regenerasi Kepemimpinan Adat di Kutai Barat.”
Panitia menghadirkan empat Guru Tutus Adat yang akan memberikan pembelajaran langsung kepada para peserta sesuai bidang pengetahuan dan pengalaman masing-masing.
Kepala Adat Dasaq atau Pemeliaatn, Pilo akan memimpin Ritual Pekapaaq bagi seluruh peserta sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Tutus Adat.
Selanjutnya, Guru Adat/Pengawaraa, Rianto akan menyampaikan materi Tutus Adat Jomit Burai, termasuk penggunaannya dalam berbagai kegiatan adat seperti Pelulukng, Besara, Ruratn Pengelio, dan kegiatan adat lainnya.
Penulis Buku Adat/Pamong Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai barat, Emanuel, akan memberikan materi Adat Pelulukng Peruku. Materi tersebut meliputi urutan prosesi, Ruyak Pelulukng, tata cara pelaksanaan, Nenukng Nyengkaap, Ngengkaakng Gawai, serta berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan adat tersebut.
Sementara itu, Kepala Adat Jengan Danum/Pemeliaatn, Mingku akan menyampaikan materi mengenai besara, termasuk tata cara pelaksanaan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kehadiran empat Guru Tutus Adat tersebut diharapkan memberi kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengetahuan langsung dari para pemangku adat yang memiliki pengalaman dalam praktik kehidupan adat.
PDA berharap kegiatan tersebut menjadi langkah nyata untuk menjaga warisan leluhur, memperkuat kelembagaan adat, serta membangun regenerasi kepemimpinan adat yang memahami, menghormati, dan mampu menjalankan nilai-nilai adat di Kutai Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....