Aliansi Peduli Kutai Barat Ajak Warga Jaga Kondusivitas jelang Kedatangan UAS

  • 03 Jul 2026 12:40 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Aliansi Peduli Kutai Barat (Kubar) mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas daerah menjelang kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam rangkaian Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning dan Tabligh Akbar di Masjid Al Muttaqin Islamic Center.

Ajakan tersebut disampaikan Koordinator Aliansi Peduli Kutai Barat, Yehezkiel Pomen, saat membacakan pernyataan sikap aliansi di Sendawar, Kamis 2 Juli 2026.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama seluruh organisasi yang tergabung dalam Aliansi Peduli Kutai Barat setelah melalui serangkaian rapat koordinasi dan mediasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, panitia penyelenggara, serta berbagai unsur masyarakat.

Dalam pernyataannya, aliansi menyampaikan akan menghormati pelaksanaan kegiatan yang telah memperoleh izin dan telah melalui proses koordinasi dengan pemerintah maupun aparat keamanan. Di saat yang sama, aliansi mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan damai.

"Atas dasar menjaga keamanan, ketenteraman, dan keutuhan Kutai Barat, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai komitmen yang telah disepakati," ujar Yehezkiel didampingi sejumlah pengurus Ormas.

Ia mengatakan, sikap tersebut mempertimbangkan sejumlah dokumen hasil koordinasi, di antaranya berita acara rapat fasilitasi di Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, surat pernyataan dari panitia Pondok Pesantren Assalam dan Masjid Al Muttaqin Islamic Center, serta izin penyelenggaraan kegiatan dari Polda Kalimantan Timur.

Menurut Yehezkiel, Aliansi Peduli Kutai Barat akan mengikuti perkembangan pelaksanaan kegiatan sesuai kesepakatan yang telah dibuat bersama pemerintah, panitia, dan aparat keamanan.

Aliansi juga menginstruksikan seluruh organisasi anggotanya untuk tidak melakukan tindakan di luar hasil keputusan bersama. Setiap aktivitas yang dilakukan tanpa koordinasi, menurutnya, menjadi tanggung jawab pribadi dan bukan sikap resmi aliansi.

"Kami mengimbau seluruh anggota aliansi untuk menahan diri dan tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu keamanan maupun merusak kondusivitas daerah. Setiap kegiatan atau gerakan yang dilakukan di luar pernyataan ini dianggap bersifat pribadi dan bukan tanggung jawab aliansi," katanya.

Yehezkiel menambahkan, masyarakat diharapkan bersama-sama mengawal pelaksanaan kegiatan dengan tetap mengedepankan semangat persaudaraan dan menghormati komitmen yang telah disepakati semua pihak.

Ia menyebut terdapat tiga hal yang menjadi perhatian bersama, yakni hasil berita acara rapat fasilitasi di Kantor Bupati Kutai Barat, komitmen panitia Pondok Pesantren Assalam dan Masjid Al Muttaqin Islamic Center mengenai materi kegiatan yang menyejukkan dan menghormati keberagaman, serta izin penyelenggaraan yang telah diterbitkan oleh Polda Kalimantan Timur.

"Pesan kami kepada seluruh masyarakat Kutai Barat untuk sama-sama menjaga Kamtibmas dan mengawal acara ini, agar berjalan lancar,” ucap Pomen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....