Pemkab Kubar dan Para Tokoh Sepakat Jaga Keharmonisan jelang Kedatangan Menag-UAS

  • 29 Jun 2026 09:53 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para tokoh lintas organisasi berkomitmen menjaga keamanan, kerukunan, dan keharmonisan masyarakat menjelang kedatangan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dan Ustadz Abdul Somad (UAS) pada 4 Juli 2026.

Kesepakatan itu tertuang dalam berita acara hasil pertemuan dengan tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, serta panitia Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren Assalam dan Tabligh Akbar Masjid Al Muttaqin Islamic Center Melak yang dugelar dalam rapat koordinasi di Kantor Bupati Kutai Barat, Jumat siang.

Rapat yang dipimpin Pelaksana Tugas Asisten III Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Mobilala turtut dihadiri unsur TNI, Polri, Kejaksaan, Kesbangpol, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Presidium Dewan Adat, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Taruna Gharda Mandiri (TGM), panitia pelaksana, hingga Aliansi Masyarakat Peduli Kutai Barat.

Dalam forum tersebut, seluruh peserta menyatakan kesepakatan untuk mengedepankan dialog, menjaga situasi tetap kondusif, serta memperkuat sinergi demi menyukseskan rangkaian Harlah Ponpes Assalam dan Tabligh Akbar di Masjid Al Muttaqin Islamic Center.

“Semua pihak sepakat menjaga keamanan, kerukunan, ketertiban dan keharmonisan di Kutai Barat,” ujar sejumlah tokoh utama yang terdiri dari Ketua Panitia Masjid Al Muttaqin Islamic Center H. Ikran, Ketua Panitia Harlah Pondok Pesantren Assalam Sukawi, serta Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Kutai Barat, Yehezkiel Pomen.

Rapat juga menghasilkan kesepakatan bahwa materi ceramah yang disampaikan pada kedua kegiatan harus mengandung pesan-pesan yang menyejukkan, mengedepankan nilai Rahmatan Lil 'Alamin, memperkuat persaudaraan, serta menghormati keberagaman agama dan budaya yang hidup di Kutai Barat.

Sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas, materi ceramah akan dipantau bersama oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Polres Kutai Barat, Kodim 0912/Kutai Barat, dan Kejaksaan Negeri Kutai Barat agar pelaksanaan kegiatan tetap berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Panitia juga menyepakati tidak membuka sesi tanya jawab selama pelaksanaan ceramah sebagai salah satu langkah menjaga suasana tetap tertib dan kondusif.

Dalam rapat tersebut, Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Kutai Barat tetap menyampaikan aspirasi organisasinya yang mendukung penyelenggaraan Harlah Ponpes Assalam dan Tabligh Akbar, sekaligus mengusulkan agar panitia mempertimbangkan pergantian penceramah. Aspirasi tersebut diterima sebagai bagian dari dinamika yang berkembang dalam forum koordinasi.

Meski terdapat beragam pandangan, seluruh peserta rapat sepakat bahwa menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Perbedaan pendapat disikapi melalui musyawarah dan komunikasi yang baik, tanpa mengurangi semangat kebersamaan.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga situasi yang aman dan damai sehingga rangkaian kegiatan keagamaan tersebut dapat berlangsung dengan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani semu pihak sebagai wujud komitmen bersama untuk mengedepankan persaudaraan, toleransi, dan keharmonisan di bumi tanaa purai ngeriman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....