Jelang Kedatangan UAS, Tokoh Kutai Barat Serukan Toleransi dan Persaudaraan Warga

  • 17 Jun 2026 13:28 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Tokoh masyarakat Kutai Barat menyambut hangat rencana kehadiran Ustaz Abdul Somad (UAS) bersama Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, pada 4 Juli 2026 mendatang. Menjelang kunjungan tersebut, Ketua Taruna Gharda Mandiri (TGM), Alsiyus, dan Ketua Presidium Dewan Adat (PDA) Kutai Barat, Yurang, kompak mengajak warga mengedepankan toleransi dan semangat persaudaraan.

Kehadiran dua tokoh nasional ini dijadwalkan dalam rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning serta syukuran di Masjid Islamic Center Melak.

Ketua Umum Ormas TGM Alsiyus, menilai kunjungan ini sebagai kehormatan besar bagi Kutai Barat. Ia pun mengimbau masyarakat untuk menyambut tamu dengan tangan terbuka dan tidak terjebak pada narasi masa lalu yang kontraproduktif.

"TGM mendukung penuh kehadiran UAS di Kutai Barat. Kami mengajak masyarakat untuk membuka pintu maaf, melupakan perbedaan masa lalu, dan fokus menatap masa depan dengan semangat kebersamaan," ujar Alsiyus saat rapat koordinasi di Masjid Islamic Center Melak, Selasa 16 Juni 2026.

Alsiyus menekankan bahwa kedewasaan dalam bersikap adalah kunci menjaga keharmonisan di tengah keberagaman suku dan agama di Kutai Barat. Ia berharap perbedaan pandangan yang sempat muncul tidak lantas memecah belah warga.

"Kita semua bersaudara dalam bingkai Kutai Barat. Jangan biarkan perbedaan merusak kerukunan yang sudah terbangun. Mari kita saling mengampuni dan menghargai, karena itulah fondasi utama untuk membangun daerah yang lebih maju dan bermartabat," katanya.

Senada dengan Alsiyus, Ketua PDA Kutai Barat, Yurang, menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan utama yang wajib dijaga. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang memperkeruh suasana.

Yurang juga menyampaikan bahwa panitia telah memastikan materi dakwah yang akan disampaikan nantinya akan membawa pesan-pesan sejuk.

"Panitia telah mengomunikasikan hal ini dengan matang. Fokus dakwah adalah pesan-pesan kebaikan yang merangkul, bukan hal-hal yang menyinggung keyakinan lain. Tujuannya murni untuk memperkuat silaturahmi," ucap Yurang.

PDA Kutai Barat pun memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini selama tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Yurang berharap momentum kedatangan tokoh nasional ini mampu mempererat ikatan antarwarga dan menunjukkan bahwa masyarakat Kutai Barat tetap satu dalam harmoni.

"Kutai Barat adalah rumah bersama. Mari kita tunjukkan bahwa meskipun kita memiliki suku dan keyakinan yang berbeda, semangat persaudaraan kita tetap yang utama," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....