Panen Rapak Oros Kubar Bukti Sukses Inovasi Padi Berbasis Riset

  • 27 Mar 2026 22:28 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Panen padi bersama di kawasan Rapak Oros, Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung menjadi bukti keberhasilan pengembangan inovasi pertanian berbasis riset di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Kepala Dinas Pertanian Kubar, Stepanus Alexander Samson mengatakan program ini dimulai sejak 2024 melalui uji kelayakan tanah dan kesesuaian lahan bersama peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Yogyakarta.

Tim peneliti menguji empat varietas padi, yakni IPB 3S, Trisakti, Inpara 02, dan padi lokal di lahan seluas 2 hektare untuk menentukan varietas paling sesuai.

“Hasil uji menunjukkan produktivitas mencapai sekitar 4,8 ton per hektare. Ini lebih tinggi dibandingkan padi ladang yang rata-rata hanya sekitar 3 ton per hektare,” ujar Stepanus saat panen raya padi sawah di Rapak Oros, Kecamatan Linggang Bigung, Kamis 26 Maret 2026.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil tersebut, pada 2025 pemerintah daerah menetapkan varietas Inpara 02 sebagai varietas unggulan karena dinilai paling adaptif dan produktif di lahan Rapak Oros.

Pengembangan kemudian diperluas ke lahan 5 hektare. Padi ditanam pada 8 Desember 2025 dan dipanen pada 26 Maret 2026 dengan masa tanam sekitar tiga bulan.

Dengan pola tanam tersebut, produksi padi dapat dilakukan dua hingga tiga kali dalam setahun. Jika produktivitas stabil di angka 4,8 ton per hektare, maka potensi produksi tahunan bisa mencapai 9,6 hingga mendekati 15 ton per hektare.

Dalam penerapannya, petani menggunakan sistem tanam jajar legowo untuk meningkatkan efisiensi lahan dan produktivitas tanaman.

Secara nasional, BRIN mendorong pengembangan pertanian berbasis riset melalui pendekatan evidence-based agriculture. Pendekatan ini menekankan penggunaan data ilmiah dalam setiap tahapan, mulai dari pemilihan varietas, pengolahan lahan, hingga teknik budidaya.

BRIN juga mengembangkan berbagai varietas padi unggul yang adaptif terhadap kondisi spesifik lahan, termasuk lahan rawa dan lahan marginal, serta mendorong peningkatan indeks pertanaman melalui optimalisasi teknologi budidaya.

Selain itu, hasil riset BRIN menunjukkan bahwa penerapan varietas unggul yang tepat dan didukung teknologi budidaya seperti jajar legowo dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan dibandingkan metode konvensional.

Keberhasilan di Rapak Oros menjadi contoh penerapan hasil riset nasional di tingkat daerah, sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, peneliti, penyuluh, dan petani.

Pemkab Kubar berharap inovasi berbasis riset ini dapat terus dikembangkan untuk mempercepat peningkatan produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....