BNNP Jateng Dorong Bhabinkamtibmas Jadi Garda Depan Pencegahan Narkoba
- 06 Okt 2026 14:59 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Grobogan - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mendorong penguatan peran Bhabinkamtibmas dalam mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini. Langkah tersebut dinilai penting karena Bhabinkamtibmas bersentuhan langsung dengan masyarakat dan dapat membantu edukasi, deteksi dini, serta menghubungkan warga dengan layanan yang tepat.
Pesan tersebut disampaikan Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol Drs. Edi Swasono dalam roadshow P4GN di Kabupaten Grobogan, Senin, 5 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, BNNP Jateng menggelar sejumlah agenda, mulai dari penguatan sinergi dengan TNI-Polri hingga mengunjungi lembaga rehabilitasi.
Road show diawali dengan kunjungan ke Kodim 0717/Grobogan dalam rangkaian peringatan HUT TNI. Pada kesempatan itu, Kepala BNNP Jawa Tengah menyerahkan penghargaan kepada Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf. Wefri Sandiyanto sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan sinergi dalam upaya P4GN.
Penguatan pencegahan kemudian dilanjutkan bersama jajaran Polres Grobogan, khususnya para Bhabinkamtibmas. Kepala BNNP Jateng menilai Bhabinkamtibmas memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah binaannya.
“Bhabinkamtibmas diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi keamanan. Akan tetapi juga mampu mengedukasi warga, mengenali potensi kerawanan, mendorong deteksi dini, dan menghubungkan masyarakat dengan layanan yang tepat ketika menghadapi persoalan narkotika,” ucap Edi.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNNP Jawa Tengah juga menyerahkan penghargaan kepada Kapolres Grobogan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap program P4GN. Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama diwakili Wakapolres Grobogan Kompol Muhamad Fadhlan.
Edi menyampaikan, ancaman penyalahgunaan narkotika saat ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar. Berdasarkan data yang disampaikan, prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada 2025 mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa. Sementara di Jawa Tengah mencapai 1,3 persen atau sekitar 195 ribu jiwa.
“Angka tersebut menunjukkan bahwa narkotika bukan persoalan yang hanya berada di kota besar atau lingkungan tertentu. Peredarannya dapat menyentuh berbagai lapisan masyarakat dan memanfaatkan perkembangan teknologi serta jaringan yang semakin kompleks,” ungkapnya.
Wakapolres Grobogan Kompol Muhamad Fadhlan menegaskan pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan keluarga, sekolah dan masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut penting agar generasi muda tidak sampai menjadi korban penyalahgunaan narkoba.
“Fokus kita jelas, lingkungan harus dijaga. Jangan sampai kita menunggu hingga anak-anak kita menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui kepedulian keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ucap Fadhlan.
Ia juga meminta Bhabinkamtibmas aktif memberikan edukasi, meningkatkan kewaspadaan dan melakukan deteksi dini di lingkungan masing-masing. Di sisi lain, pengawasan internal di tubuh kepolisian juga menjadi perhatian untuk memastikan personel tidak terlibat penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
“Pemberantasan narkoba harus dimulai dari internal institusi. Integritas dan disiplin personel menjadi bagian penting agar aparat tidak justru terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika,” ujarnya.
Selain penguatan P4GN, rangkaian kunjungan di Grobogan juga diisi kegiatan sosial. Jajaran Polres Grobogan menyalurkan 60 ribu liter air bersih kepada masyarakat di enam desa.
Keenam desa tersebut, yakni Desa Karanganyar dan Rejosari di Kecamatan Purwodadi, Desa Getasrejo Kecamatan Grobogan, Desa Mayahan Kecamatan Tawangharjo, Desa Jambon Kecamatan Pulokulon, serta Desa Balongarang Kecamatan Penawangan. Bantuan juga diberikan kepada seorang anak penyandang disabilitas berupa kursi roda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....