Kenalkan Transaksi Digital, SMK Bhakti Praja Batang Bekali Mobile Banking Pelajar
- 30 Sep 2026 14:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Di tengah canggihnya teknologi masyarakat dituntut untuk berupaya menyesuaikan, termasuk sistem pembayaran yang berbasis digital di hampir seluruh kegiatan perekonomian. Menilik pentingnya pemanfaatan digitalisasi sistem pembayaran, SMK Bhakti Praja menggandeng Bank Jateng Cabang Batang untuk memberikan layanan pembuatan fasilitas Bima Mobile, bagi 441 siswa.
Kepala SMK Bhakti Praja Batang, Riyanto berupaya mengenalkan sistem pembayaran secara digital agar memudahkan siswa setiap kali melakukan transaksi pembayaran baik di sekolah maupun keseharian. Pemanfaatan pembayaran secara digital tentu memudahkan anak dalam kegiatan transaksi pembayaran apapun.
"Pembuatan rekening dan pengenalan pembayaran digital ini adalah yang pertama di SMK Bhakti Praja. Dengan dikenalkan sejak awal, ketika mereka lulus nanti sudah terbiasa dan tidak asing lagi dengan transaksi secara digital," ucapnya, di ruang kelas SMK Bhakti Praja, Kabupaten Batang, Rabu, 30 September 2026.
Ia memastikan, dengan memanfaatkan fasilitas Bima Mobile, anak makin mudah dalam melakukan transaksi pembayaran seperti kunjungan industri hingga praktik lapangan. "Bahkan bagi anak yang ingin membeli sesuatu menggunakan aplikasi Bima Mobile juga sangat mudah, terlebih ketika mereka sudah terjun ke dunia kerja untuk sistem penggajian juga secara non-tunai, jadi sudah terbiasa dari sekarang," ujarnya.
Proses pembuatannya sangat simpel, dan tidak dipungut biaya karena seluruhnya ditanggung Bank Jateng Cabang Batang. "Fasilitas yang didapat anak memperoleh kartu ATM, aplikasi Bima Mobile yang diunduh melalui gawai masing-masing khusus bagi 441 pelajar kelas X, sedangkan kelas XI dan XII baru pada tahap pembuatan rekening, tanpa ATM," ujarnya.
Ketua Tim Pemasaran, Bank Jateng Cabang Batang, Deni Haryanto mendukung penuh digitalisasi pembayaran yang diinisiasi pihak SMK Bhakti Praja karena mengefektifkan transaksi keuangan tanpa batasan ruang dan waktu. Di era serba digital, kemudahan akses pembayaran bagi kalangan pelajar tentu menjadi solusi tiap kali akan membayar suatu iuran atau sejenisnya, tanpa harus berpindah tempat.
"Sering kali ketika orang tua atau siswa mau membayar iuran, terhalang oleh kesibukan, sementara jam kerja petugas administrasi pun terbatas. Maka pemanfaatan aplikasi Bima Mobile ini jadi solusi tepat untuk memudahkan akses pembayaran untuk kepentingan admistrasi sekolah," katanya.
Siswa cukup membawa fotokopi KTP orangtua, akta kelahiran dan kartu keluarga sebagai syarat pembuatan tabungan dan ATM Simpel. "Setoran awalnya sebesar Rp5 ribu tiap anak, semua dari kami jadi tidak perlu bayar apapun alias gratis," ucapnya.
Program digitalisasi keuangan ini merupakan salah satu langkah edukatif bagi anak. Tujuannya agar generasi muda lebih cerdas dalam literasi keuangan maupun sistem digitalisasi diperkuat sejak remaja di masa depan.
Salah satu siswi, Alya mengaku terbaru dengan kemudahan akses pembayaran melalui aplikasi Bima Mobile maupun kartu ATM. Baginya jauh lebih praktis karena cukup menggunakan gawai, segala transaksi keuangan bisa dilakukan dalam satu genggaman.
"Lebih mudah pakai Bima Mobile karena nggak perlu bawa uang. Misalnya mau bayar SPP atau mau jajan sekarang cukup pakai QRIS, atau bisa juga ambil di ATM kalau mau transaksi tunai," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....