Taj Yasin Dorong Forum Anak Jateng Jadi Pelopor Sekaligus Pelapor

  • 02 Okt 2026 12:55 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Mimoen meminta Forum Anak Jawa Tengah tidak berhenti sebagai wadah penyampaian aspirasi, tetapi aktif menjadi pelopor perubahan sekaligus pelapor berbagai persoalan yang dihadapi anak. Peran tersebut dinilai strategis untuk memperkuat perlindungan anak dan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, Forum Anak memiliki posisi penting karena anak dapat menyampaikan secara langsung persoalan yang terjadi di lingkungan mereka. Karena itu, Forum Anak didorong berani menyuarakan persoalan seperti putus sekolah, perkawinan usia anak, hingga kekerasan terhadap anak.

“Harus mampu menjadi pelopor untuk perubahan menuju Indonesia Emas, menuju kualitas sumber daya manusianya, dan sekaligus menjadi pelapor untuk melindungi teman-teman kita,” kata Taj Yasin saat membuka Konferensi Forum Anak Jawa Tengah 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMD) Jawa Tengah, Jumat, 2 Oktober 2026.

Ia juga menyampaikan, keberadaan Forum Anak telah membantu pemerintah menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi anak di Jawa Tengah. Salah satu kontribusinya terlihat dari kampanye pentingnya pendidikan sekaligus upaya mencegah perkawinan usia anak.

“Dengan adanya forum anak, sekarang banyak yang berani menyuarakan, kami enggak nikah dulu, Pak, kami masih pengin melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Selain menjadi pelapor persoalan anak, Forum Anak juga diminta mengambil bagian dalam proses pembangunan daerah. Taj Yasin menilai suara anak perlu hadir dalam forum perencanaan pembangunan agar kebijakan yang disusun pemerintah turut mempertimbangkan kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi.

“Kami butuh untuk kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), kami butuh masukannya dari anak-anak, kami butuh anak-anak aktif dalam forum-forum yang ada di Jawa Tengah ini,” kata Taj Yasin.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah, Uswatun Hasanah mengatakan, peran Forum Anak kini berkembang dari sekadar menyampaikan aspirasi menjadi aksi nyata melalui gerakan Jogo Konco. Gerakan tersebut mendorong anak memiliki kepedulian terhadap persoalan teman sebaya, termasuk melakukan advokasi bagi anak yang mengalami perundungan.

“Jadi bukan hanya menyampaikan aspirasi, tapi juga bergerak dalam mengambil aksi,” ujarnya.

Keterlibatan anak juga diperluas melalui program Forum Anak Go To School yang telah menjangkau sekitar 200 sekolah. Program tersebut melibatkan sekitar 30.000 anak setiap tahun dengan materi antara lain hak anak, kesehatan, perundungan, dan pencegahan perkawinan usia anak.

Ketua Forum Anak Nasional (FAN) Jateng Prajnaputra Piyakusuma mengatakan, penguatan peran Forum Anak juga dilakukan melalui pertukaran pengalaman dan pengetahuan antarpeserta. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibawa kembali untuk memperkuat gerakan Forum Anak di kabupaten dan kota masing-masing.

“Kami berharap teman-teman bisa saling bertukar cerita, mendapatkan hal-hal baru, dan membawa bekal bagi teman-teman pribadi serta teman-teman yang ada di kota kabupaten masing-masing,” katanya.

Konferensi Forum Anak Jawa Tengah 2026 mengangkat tema “Lahir Berkali-kali untuk Kolaborasi Aksi” dan diikuti 100 anak dari Forum Anak Jateng serta kabupaten/kota se-Jateng. Selain menjadi ruang bertukar gagasan dan memperkuat jejaring, konferensi tersebut sekaligus menjadi bagian dari reorganisasi untuk memilih Forum Anak Jawa Tengah generasi ke-10.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....