MES Jateng Resmi Dilantik, Rezza Dorong Ekonomi Syariah Jadi Kekuatan Baru Jateng

  • 02 Okt 2026 18:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah memasuki babak baru dengan dilantiknya kepengurusan periode 2026–2030 pada Jumat, 2 Oktober 2026. Momentum pelantikan yang berlangsung di Padma Hotel Semarang tersebut menjadi pijakan penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah sekaligus mendorong pelaku usaha, pesantren, UMKM hingga industri halal agar naik kelas.

Ketua Umum MES Jawa Tengah Rezza Arief Budy Artha mengatakan, pelantikan bukan sekadar agenda organisasi, melainkan awal dari kerja bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan penggerak perekonomian daerah.

Oleh karena itu, MES Jateng akan mengedepankan kolaborasi dan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Kami ingin MES Jawa Tengah tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi menjadi rumah bersama bagi seluruh pihak yang ingin membangun ekonomi yang berkeadilan, produktif dan memberikan manfaat,” ujar Rezza.

Ia menjelaskan, MES Jateng akan membangun kolaborasi dengan pendekatan pentahelix, yakni melibatkan unsur dunia usaha, pemerintah, akademisi, komunitas dan ulama, serta media. Kolaborasi tersebut dinilai penting karena pengembangan ekonomi syariah tidak dapat berjalan sendiri.

Menurut Rezza, dibutuhkan sinergi antara kebijakan pemerintah, inovasi dunia usaha, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan masyarakat dan penyebarluasan informasi kepada publik. Ekonomi syariah bukan hanya tentang transaksi keuangan.

"Di dalamnya ada pemberdayaan, keadilan, kemandirian, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan bagaimana masyarakat bisa memiliki kesempatan untuk tumbuh,” kata Rezza. Sejumlah program strategis telah disiapkan MES Jawa Tengah.

Program itu di antaranya penguatan koperasi dan UMKM, ekonomi pesantren, industri halal, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta penguatan dana sosial Islam. Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan Koperasi Ekspor yang diarahkan untuk membuka akses produk-produk Jawa Tengah ke pasar internasional yang ditargetkan mulai mendorong ekspor ke kawasan Timur Tengah pada November 2026.

Bagi Rezza, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengubah paradigma bahwa pelaku UMKM tidak selamanya hanya menjadi pemain di pasar lokal. Selain sektor usaha, MES Jateng juga memberi perhatian terhadap penguatan ekonomi pesantren. Pesantren dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pendidikan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program Santri Weekend menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan berbagai keterampilan dan wawasan kepada generasi muda pesantren. Bersamaan dengan itu, MES Jateng juga menyiapkan program Sunrise IT for Santri, yang diarahkan untuk memperkenalkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) kepada para santri.

Rezza menegaskan, industri halal harus dipandang sebagai peluang bisnis sekaligus bagian dari peningkatan kualitas produk. “Ketika sebuah produk memenuhi standar halal dan memiliki kualitas yang baik, sesungguhnya pasarnya menjadi semakin luas. Ini bukan hanya berbicara mengenai pasar umat Islam, tetapi juga tentang kualitas, keamanan dan kepercayaan konsumen,” ujarnya.

Ia berharap pelantikan pengurus MES Jateng menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan ekonomi masyarakat. Menurutnya, tantangan ekonomi ke depan membutuhkan organisasi yang mampu bekerja lintas sektor dan tidak terjebak pada sekat-sekat kelembagaan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah tidak bisa sendiri, pengusaha tidak bisa sendiri, akademisi tidak bisa sendiri, pesantren tidak bisa sendiri. Semuanya harus bertemu dan bekerja bersama,” ungkap Rezza. Pelantikan pada 2 Oktober 2026 dengan demikian bukan menjadi garis akhir dari proses pembentukan kepengurusan, melainkan titik awal perjalanan panjang MES Jawa Tengah dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif.

Dari UMKM hingga pesantren, dari koperasi hingga industri halal, dari teknologi hingga pasar ekspor, MES Jateng berupaya menjadikan ekonomi syariah bukan sekadar konsep, tetapi sebuah gerakan nyata yang tumbuh bersama masyarakat. Rezza menutup dengan pesan bahwa masa depan ekonomi Jawa Tengah membutuhkan keberanian untuk berkolaborasi dan kemauan untuk terus belajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....