Aisyiyah Jateng Perkuat Riset Berbasis Data untuk Dorong Kebijakan Tepat Sasaran
- 05 Okt 2026 10:02 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Aisyiyah Jawa Tengah memperkuat kemampuan riset dan pengelolaan data untuk mengidentifikasi persoalan masyarakat sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran. Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Metodologi Penelitian dan Pengembangan Survei Berbasis Gerakan SIDA di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kegiatan yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah (LPPA) Jawa Tengah itu diikuti perwakilan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) dan LPPA dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Pelatihan mengusung tema “Satu Desa, Satu Data, Satu White Paper, Satu Advokasi Menuju Perubahan yang Nyata.”
Ketua panitia, Suhartini mengatakan penguatan penelitian diperlukan agar Aisyiyah memiliki data yang akurat mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar untuk menganalisis persoalan sekaligus menyusun rekomendasi kebijakan.
Menurutnya, Aisyiyah sebelumnya telah melakukan survei ke sejumlah desa melalui kegiatan Jambore Aisyiyah dan menemukan berbagai persoalan di lapangan. Salah satunya masih ditemukannya kasus stunting di sejumlah desa yang kemudian menjadi bahan analisis untuk merumuskan rekomendasi.
“Dari temuan itu kemudian dianalisa dan dirumuskan rekomendasi kebijakan. Dengan cara ini, Aisyiyah berusaha memberi kontribusi pada masyarakat,” kata Suhartini.
Ia menjelaskan SIDA merupakan gerakan sinergi data Aisyiyah yang dikembangkan dengan prinsip sistematik, inklusif, dan inovatif. Data yang dikumpulkan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk dakwah dan pemberdayaan masyarakat dengan tetap memperhatikan validitas serta akuntabilitas data.
Setelah proses survei dilakukan, Aisyiyah ditargetkan memiliki basis data atau big data yang dapat digunakan untuk melihat akar berbagai persoalan di masyarakat. Data tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi white paper sebagai bahan advokasi dan rekomendasi kebijakan.
Ketua PWA Aisyiyah Jawa Tengah, Prof Dr Eny Winaryati M.Pd mengatakan Aisyiyah sejak awal berdirinya telah berupaya memberikan kontribusi bagi masyarakat. Menurutnya, tantangan yang dihadapi masyarakat terus berubah.
Oleh karena itu, Aisyiyah harus mampu meresponsnya berdasarkan data yang akurat. “Aisyiyah harus responsif pada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LPPA Jateng Prof Dr Sri Haryani M.Si menekankan pentingnya kemampuan penelitian bagi anggota LPPA. Hasil penelitian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai data, tetapi dapat digunakan untuk mendukung berbagai program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai teknik pengumpulan data dan triangulasi yang disampaikan Dr Yustinah M.Pd dan Dr Sri Syamsiyah LS M.Si. Peserta juga memperoleh materi penyusunan drafting white paper desa dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI seperti Claude dan Gemini yang disampaikan Suhartini.
Kegiatan dipandu moderator Dr Luluk Fauziah dan pemandu acara Dr Upik Nurbaiti MSi. Selain mendapatkan materi secara teori, peserta juga mengikuti praktik penelitian dan pengolahan data untuk memperkuat kemampuan penerapan metodologi penelitian di daerah masing-masing.
Melalui gerakan “Satu Desa, Satu Data, Satu White Paper, Satu Advokasi”, Aisyiyah Jawa Tengah menargetkan hasil riset dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi akar persoalan sekaligus mendorong perubahan nyata di masyarakat. Data yang akurat diharapkan semakin memperkuat kontribusi Aisyiyah dalam pemberdayaan masyarakat dan advokasi kebijakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....