Serahkan Beasiswa, Wagub Jateng Minta Santri Kuasai Teknologi dan Tetap Berakhlak

  • 12 Agt 2026 19:24 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta penerima beasiswa santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga menguasai sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Pesan tersebut disampaikan Taj Yasin saat menyerahkan beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren di Gedung Merah Putih Semarang, Rabu, 12 Agustus 2026.

“Para santri yang kami beri beasiswa kali ini, tolong pelajari betul teknologi, sains. Saat ini sudah menjadi metode pembelajaran bukan hanya di Indonesia, tetapi internasional,” ujar Taj Yasin.

Menurutnya, perkembangan teknologi tidak mungkin dihindari sehingga santri perlu memahami sekaligus mengarahkannya untuk hal yang bermanfaat. Teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), harus digunakan sebagai sarana pendukung pembelajaran, bukan sekadar alat untuk mempermudah menyelesaikan tugas.

Taj Yasin menegaskan, kemampuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan keilmuan dan akhlak. Dengan perpaduan tersebut, santri diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang kompeten tanpa kehilangan tradisi keilmuan pesantren.

Beasiswa yang diberikan Pemprov Jateng juga diarahkan agar penerimanya kelak memberikan manfaat bagi pesantren. Oleh karena itu, penerima beasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memiliki keahlian yang dapat menjawab kebutuhan di lingkungan pesantren.

Kebutuhan tersebut menunjukkan bahwa pesantren membutuhkan lulusan dengan beragam kompetensi, mulai dari kesehatan, pertanian, teknologi hingga pengelolaan usaha. “Pesantren butuh dokter, pesantren butuh usaha pertanian dan lain sebagainya,” katanya.

Taj Yasin mengatakan, penerima beasiswa memiliki komitmen untuk kembali berkontribusi kepada pesantren yang memberikan rekomendasi. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan manfaat beasiswa tidak berhenti pada penerima, tetapi kembali dirasakan oleh pesantren dan masyarakat.

“Ketika mereka dikembalikan ke pesantrennya masing-masing, salah satu MOU antara penerima beasiswa dengan kami adalah mereka siap untuk dikembalikan ke pesantrennya yang memberikan rekomendasi untuk berkontribusi,” ujarnya.

Untuk memperluas akses pendidikan, Pemprov Jateng juga menandatangani nota kesepahaman dengan 25 Ma'had Aly atau perguruan tinggi berbasis pesantren. Kerja sama itu diarahkan untuk memperkuat kolaborasi pemerintah, pesantren, dan perguruan tinggi sekaligus membuka peluang beasiswa yang lebih luas.

Taj Yasin mengatakan mekanisme seleksi penerima beasiswa untuk Ma'had Aly akan disesuaikan dengan karakteristik pendidikan pesantren. Proses seleksi nantinya dapat melibatkan pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan pesantren agar penerima yang dipilih sesuai kebutuhan.

Selain memperkuat kerja sama dalam negeri, Pemprov Jateng juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri, termasuk dengan perguruan tinggi di Maroko. Program beasiswa santri sebelumnya juga telah membuka kesempatan pendidikan ke berbagai negara, seperti Yaman, Mesir, dan China.

Taj Yasin meminta seluruh penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan pendidikan tersebut dengan sungguh-sungguh. “Santri masa kini harus mampu memahami perkembangan zaman tanpa kehilangan akar keilmuan pesantren,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....