Usia Ke-81, Jateng Perluas Sekolah Gratis Hingga Beasiswa Luar Negeri

  • 16 Agt 2026 21:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Memasuki usia ke-81, Provinsi Jawa Tengah menandai perjalanannya dengan memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari sekolah gratis, Sekolah Kemitraan, sekolah khusus atlet, hingga beasiswa ke luar negeri disiapkan agar semakin banyak anak dapat menggapai cita-cita.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang dijalankan di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Tujuannya memastikan kondisi ekonomi maupun keterbatasan daya tampung sekolah tidak menjadi penghalang untuk memperoleh pendidikan.

Salah satu penerima manfaat program itu adalah Rafa Fidianto, anak pengemudi ojek online asal Kota Semarang. Setelah tidak lolos ke sekolah negeri, ia tetap dapat melanjutkan pendidikan secara gratis di SMA Laboratorium UPGRIS melalui Program Sekolah Kemitraan.

“Sebelumnya saya sempat ikut mendaftar ke sekolah negeri, tetapi nilai saya tidak cukup. Saya senang bisa sekolah di sini karena bisa mendapat banyak teman,” kata Rafa Minggu 16 Agustus 2026.

Pada tahun ajaran 2026/2027, Pemprov Jateng menyediakan 231.724 kursi di SMA, SMK, dan SLB Negeri. Para siswa dibebaskan dari berbagai biaya pendidikan, mulai dari SPP, iuran wajib, paket buku pelajaran, hingga sejumlah kegiatan akademik dan ekstrakurikuler.

Untuk menjangkau lebih banyak siswa, Pemprov Jateng juga menggandeng 139 sekolah swasta melalui Program Sekolah Kemitraan. Program tersebut ditujukan bagi calon murid dari keluarga kurang mampu yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 3.676 siswa diterima melalui Sekolah Kemitraan, meningkat dibanding tahun sebelumnya dan didukung bantuan Rp2 juta per siswa setiap tahun dari pemerintah provinsi. Selain memperluas daya tampung sekolah, Pemprov Jateng juga menguatkan bantuan pembiayaan pendidikan lewar beasiswa siswa miskin yang diberikan kepada 10.000 siswa, sementara BOSDA berbasis siswa miskin menjangkau 50.620 penerima.

Pemerintah juga memastikan proses penerimaan murid baru berjalan secara adil dan transparan. Ahmad Luthfi berulang kali menegaskan tidak ada ruang bagi praktik titip-menitip dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“Tidak ada satu pun SMA di tempat kita yang titip-titip. No titip, no jastip. Kalau ada, saya copot kepseknya,” tegas Luthfi.

Di usia ke-81, Jawa Tengah juga memberi ruang lebih luas bagi siswa berprestasi di bidang olahraga melalui SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Jawa Tengah. Sekolah berasrama di Kompleks Olahraga Jatidiri Semarang itu memungkinkan atlet muda tetap bersekolah sambil menjalani pembinaan intensif.

Sebanyak 252 siswa menempuh pendidikan di SMANKO pada tahun ajaran 2025/2026. Para atlet muda tersebut dibina dalam 21 cabang olahraga dan turut menyumbangkan prestasi bagi Jawa Tengah di tingkat nasional.

“Terima kasih Bapak Gubernur Jawa Tengah, dengan kesempatan yang telah diberikan kepada saya, untuk meraih prestasi,” ujar Ezar, atlet taekwondo asal Cilacap yang menjadi siswa SMANKO.

Jangkauan pendidikan Jawa Tengah bahkan meluas hingga mancanegara melalui Program Beasiswa Sister Province ke Korea Selatan. Program ini membuka peluang bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berbasis kompetensi kerja di luar negeri.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai 1.825 orang. Hingga Juli 2026, sebanyak 59 peserta telah memasuki proses pembuatan visa sebagai tahap akhir sebelum keberangkatan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan program beasiswa tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus pengentasan kemiskinan. Pendidikan, menurutnya, menjadi instrumen penting untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat.

“Ini salah satu dari program kita untuk masalah penuntasan kemiskinan,” kata Sumarno.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....