Menuju Green Hospital, RS Mardi Rahayu Kudus Gunakan PLTS Atap 416 kWp

  • 01 Okt 2026 15:28 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus – RS Mardi Rahayu Kudus menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 416 kWp sebagai salah satu langkah menuju konsep Green Hospital. Pemanfaatan energi surya tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung operasional rumah sakit yang berkelanjutan.

PLTS Atap tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan PT Mitra Solar Radians atau Solar Radiance dengan skema kerja sama selama 25 tahun. Sistem ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 584,40 MWh energi listrik per tahun dan menghindari emisi sekitar 521 ton CO₂ setiap tahun.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Dr. Pujianto, M.Kes, mengatakan kebutuhan energi berkelanjutan perlu berjalan seiring dengan upaya rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan. Sebagai rumah sakit yang beroperasi selama 24 jam, kebutuhan energi menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung keberlangsungan pelayanan.

“Sebagai rumah sakit yang beroperasi 24 jam, kebutuhan energi kami cukup besar. Karena itu, kami ingin meningkatkan efisiensi energi sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan. PLTS menjadi salah satu langkah nyata kami menuju rumah sakit yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Pujianto dalam keterangan persnya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurutnya, pemanfaatan energi surya menjadi bagian dari upaya RS Mardi Rahayu mengoptimalkan pengelolaan energi dan mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam kegiatan operasional. Selain PLTS, rumah sakit juga menerapkan sejumlah langkah lain seperti penggunaan lampu LED, pemanfaatan flushing air daur ulang, dan penyediaan EV charging station.

Selama masa kerja sama 25 tahun, PLTS tersebut diproyeksikan dapat menghindari emisi sekitar 12.077 ton CO₂. Manfaat lingkungan tersebut disebut setara dengan penanaman sekitar 309.661 pohon selama 25 tahun.

Pengembangan PLTS Atap melibatkan Solar Radiance sejak tahap perencanaan, instalasi hingga commissioning. Pelaksanaannya memperhatikan aspek keselamatan, kebutuhan teknis, serta keberlangsungan operasional rumah sakit yang tetap berjalan selama 24 jam.

Bagi RS Mardi Rahayu, efisiensi energi tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan biaya operasional, tetapi juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan rumah sakit. Pemanfaatan sumber energi terbarukan diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi yang terus berkembang dalam jangka panjang.

“Efisiensi energi membantu menjaga keberlangsungan operasional rumah sakit, sehingga sumber daya dapat lebih optimal diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan. Bagi kami, menjaga kesehatan manusia juga harus berjalan seiring dengan menjaga kesehatan lingkungan,” kata Pujianto.

Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari penerapan solusi energi surya pada sektor yang membutuhkan keandalan operasional secara berkelanjutan. Solar Radiance mendukung pengembangan solusi energi surya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fasilitas.

Head of Business Development Solar Radiance, Billy Jayadi mengatakan, pengembangan PLTS di lingkungan rumah sakit memiliki tantangan tersendiri karena pekerjaan konstruksi dan instalasi harus dilakukan tanpa mengganggu pelayanan kesehatan. Dalam proyek tersebut, Solar Radiance mencatat 9.405 work manhour dengan capaian 100 persen zero accident, sementara seluruh rangkaian pekerjaan berlangsung tanpa mengganggu aktivitas pelayanan RS Mardi Rahayu.

“Bagi Solar Radiance, pencapaian 9.405 work manhour dengan 100% zero accident menunjukkan pentingnya disiplin dan perencanaan dalam menjalankan proyek, terlebih di lingkungan rumah sakit yang beroperasi 24 jam. Pencapaian ini juga menjadi fondasi bagi kami untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan RS Mardi Rahayu,” ucapnya.(RK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....