Angka Stunting di Kudus Turun Drastis, Kini Tinggal 3,7 Persen
- 23 Jul 2026 11:49 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Angka stunting di Kabupaten Kudus berhasil diturunkan dari 15 persen menjadi 3,7 persen melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.
- Program melibatkan koordinasi antara Dinas Sosial, Dinas PMD, Ikatan Bidan Indonesia, puskesmas, dan rumah sakit dalam pendampingan anak dan ibu hamil.
- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus melakukan kunjungan langsung ke Desa Jati Wetan untuk memantau hasil pendampingan terhadap anak-anak penderita stunting.
RRI.CO.ID, Kudus – Angka stunting di Kabupaten Kudus turun drastis dari 15 persen menjadi 3,7 persen berkat kolaborasi berbagai pihak dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Pemerintah Kabupaten Kudus melibatkan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Dinas PMD, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kudus, puskesmas, hingga rumah sakit dalam program pendampingan bagi anak dan ibu hamil.
Perkembangan tersebut dipantau langsung Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani Samani Intakoris, saat mengunjungi Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kamis, 23 Juli 2026. Kunjungan dilakukan untuk melihat hasil pendampingan terhadap anak-anak yang mengalami stunting di wilayah tersebut.
Endhah menjelaskan, terdapat enam anak stunting di Desa Jati Wetan yang mendapat pendampingan dari RS Mardi Rahayu dan Puskesmas Jati Wetan. Setelah menjalani pendampingan, seluruh anak menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Menurutnya, Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang digagas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) diharapkan mampu mempercepat penurunan kasus stunting di Kudus. Program tersebut juga ditargetkan dapat mewujudkan zero stunting di Kabupaten Kudus.
“Melalui program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang digagas oleh BKKBN diharapkan dapat mencegah terjadinya stunting. Selain itu dengan program Genting di Kudus, maka stunting di Kudus diharapkan dapat zero,” ujar Endhah.
Ketua IBI Kudus, Darini, mengatakan pihaknya bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus, RS Mardi Rahayu, dan Puskesmas Jati Wetan memberikan pendampingan kepada anak-anak stunting serta edukasi kepada ibu hamil. Selain itu, IBI juga melakukan pemantauan lingkar kepala, lingkar lengan, dan berat badan anak untuk mengetahui perkembangan pertumbuhannya.
“Seperti saat melakukan pengecekan di Jati Wetan, ada anak yang sudah mengalami pertumbuhan secara signifikan. Padahal baru dua minggu, berat badan sudah naik dari 10 kilogram menjadi 11,4 kilogram,” ungkap Darini.
Ia menambahkan, IBI Kudus terus mengawal kesehatan ibu dan anak selama 1.000 hari pertama kehidupan sebagai upaya mencegah stunting sejak dini. Menurutnya, kondisi ibu hamil seperti lingkar lengan atas kurang dari 23,5 sentimeter, anemia, maupun kenaikan berat badan yang tidak mencapai sekitar 12 kilogram selama kehamilan menjadi faktor yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko stunting pada anak. (RK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....