Disperindag Jateng: Industri Hijau Jadi Strategi Hadapi Persaingan Pasar Global

  • 24 Jul 2026 11:41 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID., Semarang - Dinas Perindustrian dan Perdagangan(Disperindag) Jawa Tengah terus mempercepat transformasi industri hijau sebagai strategi meningkatkan daya saing industri di tengah tuntutan perdagangan global yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dan rendah emisi karbon. Langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga kontribusi sektor industri terhadap perekonomian daerah sekaligus menarik investasi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia menjelaskan, sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah sekaligus menyerap jutaan tenaga kerja. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan berbagai kebijakan agar pelaku industri mampu beradaptasi dengan standar perdagangan internasional yang terus berkembang.

"Industri hijau itu adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber dayanya. Prinsipnya mulai dari efisiensi, bersih dari emisi, dan bertanggung jawab kepada sosial maupun lingkungan," katanya saat dialog di RRI Semarang, Jumat, 24 Juli 2026.

Disperindag Jawa Tengah menargetkan sebanyak 1.000 industri kecil dan menengah (IKM) bertransformasi menuju industri hijau pada 2027. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari penerbitan Pergub Jawa Tengah Nomor 26 Tahun 2025 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Industri Hijau, pendampingan kepada pelaku usaha, fasilitas sertifikasi industri hijau, hingga penyelenggaraan Jateng Green Industry Award.

Pemerintah juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti perguruan tinggi, asosiasi industri, organisasi internasional, hingga sekolah. Upaya tersebut dilakukan untuk membangun ekosistem industri hijau sekaligus menanamkan pemahaman mengenai pentingnya keberlanjutan sejak usia sekolah.

"Saat ini mereka masih selalu menganggap bahwa green industry itu ongkos biaya. Padahal justru sebenarnya bertransformasi ke green industry ini adalah investasi. Ketika kita melaksanakan green industry, maka efisiensi itu pasti merupakan akibat yang paling utama," ujar July.

Menurutnya, penerapan industri hijau tidak hanya berdampak pada pengurangan biaya produksi melalui efisiensi energi dan sumber daya, tetapi juga meningkatkan citra perusahaan di mata pasar global. Kondisi tersebut dinilai mampu memperluas peluang ekspor sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap industri di Jawa Tengah.

Disperindag Jawa Tengah berharap seluruh pelaku industri, baik skala besar maupun kecil, memandang industri hijau sebagai strategi bisnis jangka panjang. Dengan transformasi yang terus didorong secara bertahap, Jawa Tengah diharapkan mampu menjadi salah satu pusat industri hijau nasional yang kompetitif, berkelanjutan, dan mampu menciptakan lapangan kerja.(imm)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....