Dinas Perdagangan Kudus Siapkan UMKM Naik Kelas Lewat Pasar Ekspor
- 29 Sep 2026 15:20 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus menyiapkan pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan memperluas pasar melalui ekspor. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pembinaan dan pengembangan ekspor bagi pelaku usaha di Kudus, Selasa, 29 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari fesyen, makanan olahan, hingga kerajinan. Sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan secara langsung, sementara peserta lainnya mengikuti secara daring karena keterbatasan kapasitas.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Mohammad Fitriyanto, mengatakan produk lokal Kudus memiliki kualitas dan keunikan. Potensi ini dapat dikembangkan untuk menembus pasar internasional.
“Produk-produk lokal kita memiliki kualitas dan keunikan. Dengan masuk pasar ekspor, pelaku usaha memiliki peluang untuk membuka pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan diperlukan agar pelaku usaha memahami berbagai tahapan untuk menjadi eksportir. Materi yang diberikan mencakup prosedur ekspor, persyaratan, serta berbagai persiapan yang harus dipenuhi sebelum produk dipasarkan ke luar negeri.
Pembinaan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Tengah serta Trade Export Surabaya di bawah Kementerian Perdagangan. Pelaku usaha juga mendapatkan pemahaman mengenai aspek administrasi dan legalitas yang menjadi bagian penting dalam kegiatan ekspor.
Selama ini, nilai ekspor Kudus masih didominasi perusahaan besar seperti PT Djarum, Polytron, dan PT Pura. Nilai ekspor tercatat sekitar Rp750 miliar pada 2024, turun menjadi sekitar Rp640 miliar pada 2025, dan hingga Agustus 2026 telah mencapai lebih dari Rp400 miliar.
Produk yang diekspor dari Kudus antara lain mebel, rokok kretek, dan kopi. Untuk produk mebel, pasar ekspornya antara lain menjangkau kawasan Eropa dan Timur Tengah.
Dinas Perdagangan Kudus menilai keterlibatan UMKM dalam ekspor masih perlu ditingkatkan. Sejumlah tantangan yang dihadapi meliputi kelengkapan administrasi dan legalitas usaha, konsistensi produksi, hingga kemampuan memenuhi permintaan dalam jumlah dan jadwal tertentu.
Konsistensi jumlah produksi menjadi salah satu tantangan utama karena pembeli luar negeri membutuhkan kepastian volume dan jadwal pengiriman. Keterbatasan bahan baku maupun kapasitas produksi dapat mengganggu pemenuhan kontrak dan berisiko membuat kerja sama dihentikan.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Perdagangan Kudus akan memantau pelaku usaha yang serius mengikuti pengembangan ekspor dan memberikan pendampingan, termasuk dalam pemenuhan perizinan serta legalitas usaha. Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membantu mempromosikan produk melalui portal pemasaran.
Melalui pembinaan tersebut, semakin banyak produk lokal Kudus diharapkan mampu menembus pasar ekspor. Hal ini sekaligus menjadi upaya untuk mendorong UMKM naik kelas dan meningkatkan daya saing serta kontribusinya terhadap perekonomian daerah.(RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....