Siapkan Siswa Hadapi Dunia Kerja, Kudus Mulai Terapkan Program SMA Mantap
- 09 Sep 2026 09:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus - Program SMA Mantap mulai diterapkan di Kabupaten Kudus untuk membekali siswa sekolah menengah atas dengan keterampilan yang dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja setelah lulus. Program yang menekankan aspek akademik, keterampilan, dan produktivitas tersebut diluncurkan di SMA Negeri 2 Kudus, Selasa, 8 September 2026.
Program SMA Mantap merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Pemerintah Kabupaten Kudus menyatakan siap mendukung pelaksanaannya dengan menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) serta dunia usaha untuk menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan tenaga kerja.
Bupati Kudus, Samani Intakoris mengatakan program tersebut disiapkan berdasarkan kondisi lulusan SMA yang tidak seluruhnya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Oleh karena itu, pemerintah memberikan pelatihan agar siswa memiliki keterampilan yang dapat digunakan ketika memasuki dunia kerja.
"Setelah dilakukan beberapa survei dan pengamatan, setelah lulus SMA ada sebagian yang melanjutkan sekolah lagi ke perguruan tinggi, ada yang tidak. Untuk itu pemerintah melakukan pelatihan-pelatihan untuk anak-anak kita yang SMA agar siap kerja bila dibutuhkan di dunia kerja," ujar Samani dalam peluncuran kegiatan tersebut.
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap SMA di Kabupaten Kudus, sekitar 65-70 persen lulusan SMA melanjutkan pendidikan, sedangkan sekitar 30 persen lainnya tidak melanjutkan. Kelompok inilah yang menjadi salah satu sasaran utama program melalui pembekalan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Pemkab Kudus nantinya akan mengundang perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut untuk memetakan jenis tenaga kerja dan keterampilan yang dibutuhkan. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar agar pelatihan yang diberikan kepada siswa lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Samani menegaskan Program SMA Mantap bukan dimaksudkan untuk menyaingi pendidikan SMK. Program tersebut justru menjadi upaya memberikan bekal keterampilan kepada siswa SMA, khususnya mereka yang setelah lulus tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, Budi Santoso, mengatakan pelatihan dalam Program SMA Mantap mencakup berbagai keterampilan praktis atau life skill. Sejumlah keterampilan yang disiapkan antara lain barista, pengelasan, otomotif, barbershop, serta keterampilan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan saat ini dan masa mendatang.
"Ini kita ajarkan mulai kelas 10, 11, dan 12. Anak-anak nanti benar-benar bekalnya itu mantap," ungkap Budi Santoso.
Menurut Budi, program tersebut bukan bagian dari peningkatan nilai akademik siswa, melainkan pembekalan keterampilan hidup. Pelaksanaannya dilakukan di luar kegiatan pembelajaran akademik dengan melibatkan BLK, dunia usaha, dan perguruan tinggi.
"Nanti Bapak Ibu Guru bekerja sama dengan BLK, bekerja sama dengan dunia usaha, bekerja sama dengan kampus. Kita akan berkolaborasi," katanya.
Program SMA Mantap diharapkan dapat diterapkan di seluruh SMA di Kabupaten Kudus, baik sekolah negeri maupun swasta. Kolaborasi pemerintah, sekolah, dunia usaha, BLK, dan perguruan tinggi dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan keterampilan yang diberikan benar-benar relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.
"Support dari Pak Bupati sangat luar biasa. Ini akan menambah semangat dan kinerja kami untuk saling bersinergi melahirkan generasi-generasi yang tidak hanya bisa bersaing, tapi juga memenangkan persaingan, baik di tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya.
Di wilayah eks-Karesidenan Pati, tercatat sekitar 205 satuan pendidikan, baik SMA, SMK maupun SLB, yang berada di wilayah Jepara, Kudus, Pati, dan daerah lainnya dalam cakupan wilayah tersebut. Program SMA Mantap diharapkan dapat memperkuat kesiapan siswa melalui keterampilan yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja. (RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....