Harga Kepokmas Belum Stabil, Pasar Murah Bantu Ringankan Beban Warga Pekalongan
- 29 Sep 2026 10:05 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Pasar Murah Kedungwuni merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan melalui kolaborasi sejumlah organisasi.
- Pasar murah tersebut digagas Paguyuban Ibu-Ibu Kecamatan Kedungwuni bersama Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia (FPBI), Perempuan Berkebaya, dan Yayasan High-Through Then Ever (HTE) Semarang.
RRI.CO.ID, Pekalongan – Belum stabilnya harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) mendorong berbagai elemen masyarakat menggelar pasar murah di Halaman Kantor Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Selasa, 29 September 2026. Kegiatan ini menjadi upaya membantu warga mendapatkan sembako dengan harga terjangkau di tengah tekanan ekonomi.
Pasar murah tersebut digagas Paguyuban Ibu-Ibu Kecamatan Kedungwuni bersama Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia (FPBI), Perempuan Berkebaya, dan Yayasan High-Through Then Ever (HTE) Semarang. Berbagai kebutuhan pokok disediakan dengan harga lebih murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tak sekadar menyediakan sembako, kegiatan ini juga menghadirkan layanan sosial gratis bagi masyarakat. Warga dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan, pijat, hingga potong rambut tanpa dipungut biaya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengapresiasi kolaborasi berbagai organisasi tersebut. Menurutnya, pasar murah tidak hanya membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga berpotensi menggerakkan perputaran ekonomi masyarakat.
“Di tengah situasi hari ini, masih banyak pihak yang berkenan bersama-sama menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat. Membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang relatif murah,” kata Sukirman.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda sesaat. Ia mendorong pemerintah daerah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, dan berbagai pihak untuk terus memperkuat kerja sama dalam membantu memenuhi kebutuhan warga.
“Sinergitas yang sudah kita bangun akan terus kita tingkatkan. Kegiatan semacam ini yang melibatkan seluruh stakeholder wajib terus kita dorong,” katanya.
Antusiasme warga terlihat dalam pelaksanaan pasar murah tersebut. Salbiyah, salah seorang warga penerima manfaat, mengaku terbantu karena bisa mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau tanpa harus berbelanja jauh dari tempat tinggalnya.
“Alhamdulillah ini dapat belanja sembako dengan harga lebih murah, ada mi instan, gula, minyak, beras dan telur. Kita jadi bisa lebih hemat,” tuturnya.
Sementara itu, penggagas kegiatan, Syafrudin Huna, mengatakan Pasar Murah Kedungwuni merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan melalui kolaborasi sejumlah organisasi. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial agar keberadaan organisasi dan komunitas dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Yayasan HTE Semarang mengerahkan sekitar 20 armada dan 125 personel untuk mendukung kegiatan pasar murah tersebut. Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan memperluas jangkauan pelayanan dan manfaat yang diterima warga.
Di tengah harga kebutuhan pokok yang belum stabil, pasar murah menjadi salah satu bentuk dukungan nyata untuk membantu menjaga daya beli masyarakat. Keberlanjutan kegiatan serupa, disertai kolaborasi pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, diharapkan dapat terus meringankan beban pengeluaran rumah tangga di Kabupaten Pekalongan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....