Kemarau Panjang Meresahkan Petani Garam di Pati, Kesulitan Produksi Barang
- 20 Sep 2026 10:45 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Produksi garam rakyat di Desa Ketitangwetan, Kabupaten Pati, terhenti hampir dua minggu akibat surutnya permukaan air laut pada musim kemarau panjang.
- Lebih dari 300 hektare lahan tambak garam di wilayah tersebut tidak dapat berproduksi secara maksimal karena ketiadaan air laut untuk mengisi tambak.
- Meskipun harga garam relatif stabil di kisaran Rp780-Rp800 per kilogram, petani garam terpaksa mengandalkan pompa air seadanya sambil menunggu air laut kembali pasang secara normal.
RRI.CO.ID, Pati - Kemarau panjang di Kabupaten Pati turut memukul produksi garam rakyat di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan. Surutnya permukaan air laut membuat petani kesulitan mengisi tambak garam mereka.
Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Munthoha, mengungkapkan bahwa produksi garam telah berhenti hampir dua minggu akibat air pasang laut yang sangat kecil. Harga garam saat ini justru berada pada kisaran cukup baik, yakni Rp780 hingga Rp800 per kilogram.
"Petani tambah sangat mengeluh karena air pasang lautnya sangat kecil, sehingga produksinya hampir dua minggu ini berhenti. Sementara tahun ini harga garam berkisar Rp780 sampai Rp800-an," kata Ali Munthoha.
Petani garam lokal, Pramono, menambahkan bahwa kondisi kekurangan air kali ini jauh lebih parah dibanding musim kemarau tahun sebelumnya. Ia menyebut harga garam saat ini relatif stabil, tetapi produksi justru terhambat akibat ketiadaan air laut.
"Ini air sangat sulit sekali, parah dibanding musim kemarau yang lalu. Tahun lalu hujannya banyak, sekarang harganya stabil tapi airnya nggak ada," kata Pramono.
Lebih dari 300 hektare lahan tambak garam di wilayah tersebut tercatat tidak dapat berproduksi secara maksimal.
Petani terpaksa mengandalkan pompa air seadanya sembari menunggu air laut kembali pasang secara alami.
Para petani garam Ketitangwetan kini menaruh harapan besar pada kembalinya pasang air laut secara normal.(agp)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....