Pasar Murah Semarak Merah Putih, Disperindag Jateng Jaga Harga Tetap Stabil

  • 21 Agt 2026 15:09 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau menjadi fokus utama Pasar Murah Semarak Merah Putih yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah di halaman kantornya, Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Disperindag Jateng, July Emmylia, mengatakan stabilitas harga pangan memiliki peran penting dalam menjaga kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, harga sembako yang terkendali akan mendukung stabilitas daerah, memperlancar pembangunan, dan menjaga pertumbuhan ekonomi.

“Ketika sembako harganya terjaga, maka stabilitas akan terus terjaga. Stabilitas terjaga maka pembangunan bisa lancar dan pertumbuhan ekonomi pun terus terjaga,” ujarnya.

Ia menegaskan upaya menjaga harga tidak hanya dilakukan dari sisi nilai jual semata. Pemerintah juga memastikan kualitas, ketersediaan, dan keterjangkauan bahan pokok agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Berbagai kebutuhan pokok disediakan dalam pasar murah tersebut, mulai dari beras, minyak goreng, gula, hingga produk pangan lainnya. Disperindag juga menggandeng Bulog, BUMD JTAB, distributor, serta pelaku UMKM binaan untuk memperluas pilihan produk bagi masyarakat.

Selain sembako, masyarakat dapat memperoleh produk pangan olahan berbahan singkong seperti beras dan tepung singkong. Baznas Jawa Tengah turut berpartisipasi dengan menyediakan layanan potong rambut gratis bagi pengunjung.

Di tengah musim kemarau, Disperindag memastikan harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah masih relatif stabil. Jika terjadi kenaikan harga, nilainya tidak melebihi lima persen dari harga eceran tertinggi (HET).

“Alhamdulillah saat ini harganya relatif stabil semua. Kalaupun ada kenaikan dari HET, tidak melebihi lima persen,” kata July.

Ia menambahkan, ketersediaan beras hingga akhir tahun dipastikan masih aman berdasarkan perhitungan stok yang dimiliki Bulog dan sejumlah gudang penyimpanan. Karena itu, musim kemarau saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap pasokan maupun harga beras.

Pasar murah tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena menawarkan harga yang lebih rendah dibandingkan pasar maupun toko. Beragam kebutuhan rumah tangga tersedia, mulai dari ikan, sayuran, minuman, makanan ringan hingga mi instan.

Salah seorang warga, Toetoet Hajoeningtiad, mengaku dapat menghemat pengeluaran belanja karena selisih harga yang cukup terasa. Menurutnya, harga mi instan yang biasanya dijual sekitar Rp3.300 per bungkus di toko dapat dibeli seharga Rp3.000 dalam pasar murah tersebut.

“Sebagai masyarakat biasa sangat bermanfaat sekali karena harganya lebih murah dari harga pasaran. Semua lebih murah, jadi sangat membantu kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....