292 Rumah Tak Layak Huni di Kudus Diperbaiki
- 21 Sep 2026 16:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus - Kepedulian terhadap masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Kudus diwujudkan melalui program perbaikan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang didukung PT Djarum dan PT Polytron. Program tersebut menyasar rumah warga yang kondisinya kurang layak, termasuk persoalan sanitasi.
Pada 2026, ditargetkan sebanyak 400 unit rumah diperbaiki. Hingga September 2026, sebanyak 292 rumah telah diselesaikan.
Sementara 108 rumah lainnya ditargetkan rampung hingga akhir tahun. General Manager Community Development PT. Djarum, Achmad Budiharto mengatakan, pelaksanaan program dilakukan dalam tiga tahap.
Tahap pertama telah diselesaikan pada April, tahap kedua dilaksanakan pada September bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kabupaten Kudus, sedangkan tahap terakhir ditargetkan pada Desember 2026. "Targetnya 400, sampai hari ini sudah bisa menyelesaikan 292, masih ada 108 lagi yang insyaallah akan kita selesaikan," ujar Ahmad Budiarto, Senin, 21 September 2026.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Kudus. Namun, persoalan tersebut dinilai tidak mungkin diselesaikan oleh perusahaan saja. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, perusahaan, dan pihak lainnya.
Rumah dengan kebutuhan perbaikan yang relatif ringan dapat ditangani melalui program pemerintah berupa dana stimulan. Sementara rumah yang membutuhkan biaya perbaikan lebih besar dapat menjadi sasaran program perusahaan.
"Kita juga tidak mungkin menyelesaikan sendiri. Jadi dengan Pak Bupati kita bagi tugas. Rumah-rumah yang perbaikannya tidak terlalu memerlukan biaya besar menjadi program pemerintah, sedangkan yang membutuhkan perbaikan dalam jumlah lebih besar menjadi tanggung jawab kami dan perusahaan-perusahaan lainnya," jelasnya.
Sementara itu, Head of Culture Development Polytron, David Setyadi Rahardjo mengatakan, keterlibatan Polytron dalam program RSLH 2026 merupakan wujud komitmen perusahaan untuk turut memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Keberadaan dua pabrik Polytron di Kudus menjadi dorongan bagi perusahaan untuk ikut berkontribusi meningkatkan kualitas hidup warga.
“Kami berharap kehadiran RSLH menjadi lebih dari sekadar perbaikan hunian, tetapi juga menjadi langkah awal bagi penerima manfaat untuk menata kehidupan bersama keluarga,” tandas David.
Sementara itu Bupati Kudus Samani Intakoris mengapresiasi dukungan PT Djarum dan PT Polytron terhadap masyarakat melalui program RSLH. Menurutnya, program tersebut turut mendukung program pemerintah pusat terkait penyediaan tiga juta rumah sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus dan seluruh masyarakat Kabupaten Kudus, kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian PT Djarum dan Polytron yang telah membantu program rumah sederhana layak huni," ujarnya.
Program tersebut juga dinilai sejalan dengan semangat Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 melalui slogan "Urup Nguripi". Filosofi tersebut, kata dia, menggambarkan pentingnya keberadaan dan kontribusi dunia usaha dalam menggerakkan serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia berharap semakin banyak perusahaan di Kabupaten Kudus yang ikut berkolaborasi membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu penerima program RSLH asal Desa Bacin Kecamatan Bae, Muhammad Diki Irwanto mengaku kondisi rumahnya sebelum direnovasi cukup memprihatinkan. Atap rumah kerap mengalami kebocoran, terutama ketika hujan. Rumah tersebut juga telah dihuni keluarga selama puluhan tahun, sejak orang tuanya masih kecil.
"Sebelumnya rumahnya bocor. Kalau ada hujan atau kondisi tertentu juga terasa bergetar. Kamar mandi juga sederhana walau sudah ada toilet. Namun kondisinya masih belum nyaman," ungkapnya.
Setelah mendapatkan perbaikan, ia mengaku merasa lebih aman dan nyaman tinggal di rumah. Bahkan dia merasa bisa berpikir untuk berusaha terus. Tampilannya juga lebih bagus.
Program RSLH tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga memberikan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman sehingga dapat menunjang produktivitas serta kesejahteraan keluarga penerima manfaat. (RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....