TMMD Sengkuyung III Tuntas, Perkuat Kolaborasi Penanganan RTLH dan Banjir

  • 14 Agt 2026 17:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari resmi ditutup di Ruang Lokakrida Balaikota Semarang, Kamis 13 Agustus 2026. Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” , sinergi terpadu TNI bersama pemerintah daerah bisa mempercepat pemerataan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di kawasan pemukiman.

Hadir mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menutup rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama satu bulan sejak pertengahan Juli lalu. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kodim 0733/Kota Semarang, pemerintah kecamatan, kelurahan, serta warga Sawah Besar yang bergandengan tangan menuntaskan program ini.

“TMMD memiliki makna yang dekat dengan kehidupan warga. Pembangunan yang dilakukan berfokus pada kebutuhan mendasar yang dampaknya langsung dirasakan oleh keluarga,” ujarnya.

Selama pelaksanaan TMMD di Sawah Besar, pihaknya mengatakan, jajaran Pemerintah kota (Pemkot) Semarang bersama TNI telah merampungkan peninggian jalan dan talud di kawasan Dempel Barat sepanjang 200 meter. Selain itu juga penyiapan tandon air bersih, serta rehabilitasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang didukung Baznas Kota Semarang.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan keluarga, pembinaan remaja, pelatihan keterampilan, hingga pelayanan administrasi warga. Perbaikan 10 rumah di Sawah Besar menjadi bagian dari upaya yang lebih luas dalam mempercepat penanganan RTLH di Kota Semarang.

Tahun ini, kata dia, Pemkot Semarang menargetkan pembenahan sekitar 2.500 unit RTLH melalui sinergi APBD, APBN, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta dukungan CSR. Rumah merupakan tempat tumbuh kembang anak-anak dan ruang beristirahat orang tua.

"Perbaikan sepuluh rumah di Sawah Besar ini memiliki arti besar bagi masa depan keluarga yang menghuninya,” katanya. Selain hunian, di Gayamsari, perhatian juga diarahkan pada persoalan banjir.

Menurut dia, Sawah Besar dan Kaligawe berada dalam sistem pengendalian Sungai Tenggang yang perlu dikelola secara menyeluruh. Salah satu bagian dari sistem tersebut adalah Kolam Retensi Rusunawa-Kaligawe dengan luas sekitar 14,3 hektare dan kapasitas tampung sekitar 228.700 meter kubik.

Ia menekankan, infrastruktur seperti saluran, pompa, dan kolam retensi perlu terus dirawat dan dikembangkan agar air dapat ditampung, dialirkan, dan dipompa secara lebih terkendali. Pemkot Semarang juga sedang menyusun pengelolaan banjir kawasan timur secara lebih terpadu, termasuk kemungkinan pemanfaatan aset untuk kolam-kolam retensi yang saling terkoneksi.

Pihaknya menilai penanganan banjir juga perlu dilakukan dari hulu hingga hilir dengan perencanaan yang matang dan melibatkan masyarakat. Kesadaran warga dalam menjaga lingkungan menjadi bagian penting agar sistem pengendalian banjir dapat berjalan dengan baik.

“Gotong royong antara TNI, pemerintah, dan warga terbukti mampu menghadirkan perubahan yang nyata. Saya titip agar jalan, talud, tandon air, dan rumah yang sudah diperbaiki ini kita rawat bersama,” ungkapnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....