Borobudur Indonesia Expo Kejar Transaksi Rp2 Miliar, 40 Ribu Pengunjung Dibidik

  • 18 Sep 2026 10:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Borobudur Indonesia Expo 2026 ditargetkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dengan menghadirkan 40 ribu pengunjung dan transaksi UMKM hingga Rp2 miliar. Ajang yang digelar di Alun-Alun Kota Magelang pada 17-20 September 2026 itu melibatkan 150 stan UMKM dari berbagai daerah.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, penyelenggaraan event menjadi strategi untuk menggerakkan perekonomian daerah yang tidak memiliki sumber daya alam melimpah. Karena itu, Kota Magelang mengandalkan kekuatan sumber daya manusia, kreativitas, inovasi, serta sektor jasa dan ekonomi kreatif.

Menurut Damar, berbagai kegiatan berskala lokal hingga internasional rutin digelar hampir setiap pekan di Kota Magelang. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan perputaran ekonomi dan mendorong pertumbuhan usaha masyarakat.

Ia menegaskan, target transaksi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan penyelenggaraan expo tersebut. Event ini juga diharapkan membuka peluang kerja sama baru, memperluas akses pasar UMKM, dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis.

Borobudur Indonesia Expo 2026 turut menjadi etalase potensi ekonomi kawasan penyangga destinasi wisata Borobudur. Untuk itu, Pemkot Magelang melibatkan wilayah Purwo Manggung yang meliputi Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Temanggung.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno menyebut pengembangan pariwisata tidak dapat dipisahkan dari kemajuan UMKM dan ekonomi kreatif. Melalui event seperti ini, produk lokal mendapat ruang promosi yang lebih luas sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan pasar.

“Kalau kita lihat di Jawa Tengah, pertumbuhan ekonomi kita juga banyak ditopang dari sektor konsumsi. Untuk meningkatkan konsumsi, pintunya adalah pariwisata,” kata Sumarno saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat acara pembukaan.

Sumarno menyebut kontribusi konsumsi terhadap perekonomian Kota Magelang cukup besar. Oleh sebab itu, diperlukan lebih banyak kegiatan yang mampu menarik masyarakat datang, berwisata, dan berbelanja produk UMKM lokal.

Ia berharap Borobudur Indonesia Expo tidak hanya memberikan dampak ekonomi jangka pendek selama penyelenggaraan berlangsung. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat jejaring pelaku UMKM Kota Magelang dengan daerah lain di Jawa Tengah.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata membentuk badan usaha koperasi. Menurutnya, langkah tersebut akan memudahkan pelaku usaha mengakses permodalan, pasar, teknologi, hingga program pendampingan.

"Sehingga nanti proses transformasi dari usaha yang sebelumnya perorangan menjadi punya badan usaha, mereka nanti bisa lebih mudah mengakses modal, mengakses pasar, mengakses teknologi dan lain sebagainya,” kata Ferry usai acara pembukaan.

Ferry menegaskan Kementerian Koperasi siap memberikan dukungan mulai dari inkubasi usaha hingga pembiayaan bagi koperasi yang terbentuk. Ia juga melihat sektor ekonomi kreatif, mulai dari konten kreator, animator, fashion, kerajinan, hingga produk wastra daerah, memiliki peluang besar berkembang melalui model usaha koperasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....