Pengelolaan Sampah Dapat Suntikan Rp600 Juta dari Rupiah Borobudur Playon 2026

  • 06 Jul 2026 00:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Program pengelolaan sampah di sekitar kawasan Borobudur mendapat dukungan dana lebih dari Rp600 juta dari penyelenggaraan Rupiah Borobudur Playon 2026. Seluruh dana yang berasal dari pendaftaran peserta akan disalurkan kepada 10 desa untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menilai langkah tersebut menjadi contoh bagaimana sebuah event olahraga mampu memberikan dampak yang lebih luas. Selain mendorong aktivitas ekonomi, kegiatan ini juga berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia mengatakan pengelolaan sampah merupakan salah satu isu penting yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Dukungan dari berbagai kegiatan masyarakat dinilai dapat mempercepat terwujudnya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

"Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang selalu konsisten menyelenggarakan kegiatan ini," kata Sumarno saat Konferensi Pers di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu, 5 Juli 2026.

Di sisi lain, Rupiah Borobudur Playon juga memberikan efek ekonomi melalui peningkatan kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung turut menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, serta berbagai usaha pendukung lainnya.

"Jawa Tengah pertumbuhan ekonominya banyak ditopang konsumsi. Untuk meningkatkan konsumsi tentu saja harus banyak mendatangkan orang dari luar Jawa Tengah," kata Sumarno.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan dana tersebut merupakan hasil partisipasi ribuan pelari yang mengikuti event tahunan itu. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya desa-desa sekitar Borobudur dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menjaga kualitas lingkungan.

"Yang kami peroleh dari pendaftaran pelari itu kira-kira Rp600 juta dan itu akan kami donasikan ke 10 desa untuk program pengolahan sampah," ujarnya.

Menurut Noor, Rupiah Borobudur Playon tidak hanya dirancang sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, penyelenggaraan tahun ini mengusung semangat berbagi dengan mengarahkan dana peserta untuk mendukung program lingkungan.

Penyelenggaraan tahun ini menghadirkan berbagai kegiatan pendukung selain lomba lari kategori 5 kilometer dan 10 kilometer. Puluhan UMKM, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS), hingga operasi pasar murah turut meramaikan acara.

Antusiasme masyarakat terhadap Rupiah Borobudur Playon juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada penyelenggaraan perdana tahun 2023 diikuti sekitar 2.000 peserta, tahun ini jumlah pelari mencapai sekitar 4.000 orang.

Salah seorang peserta asal Yogyakarta, Laras Khalifah, mengaku kembali mengikuti event tersebut karena suasana yang nyaman dan rute yang menarik. Tahun ini menjadi kali ketiganya berpartisipasi dalam Rupiah Borobudur Playon.

Menurut Laras, kawasan Borobudur menawarkan pengalaman berlari yang berbeda dibanding lokasi lain. Selain suasananya sejuk, atmosfer acara yang meriah membuat peserta merasa betah untuk kembali mengikuti event tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....