Rupiah Borobudur Playon 2026 Gerakkan UMKM, Salurkan Rp600 Juta untuk Desa

  • 06 Jul 2026 00:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Rupiah Borobudur Playon 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga lari, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat dan aksi sosial. Event yang digelar di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu 5 Juli 2026 itu, melibatkan sekitar 4.000 pelari dari berbagai daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan penyelenggaraan tahun ini mengusung tema "Lari untuk Berbagi". Seluruh dana pendaftaran peserta akan disalurkan kepada masyarakat melalui bantuan untuk 10 desa di sekitar kawasan Borobudur dengan nilai mencapai Rp600 juta.

"Uang pendaftaran kita sumbangkan seluruhnya kepada masyarakat di sini, jadi ada beberapa desa yang akan menerima," ungkapnya

Menurutnya, Rupiah Borobudur Playon tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga mendorong manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya cinta, bangga, dan paham rupiah.

Dampak ekonomi juga terlihat dari keterlibatan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam acara tersebut. Sebanyak 53 stan UMKM hadir menawarkan beragam produk, mulai dari makanan dan minuman, wastra, hingga produk kreatif lainnya.

Selain UMKM, sejumlah lembaga dan instansi turut berpartisipasi melalui stan tematik. Kehadiran berbagai pihak tersebut menambah daya tarik acara sekaligus memperluas manfaat yang diterima pengunjung.

Rupiah Borobudur Playon 2026 merupakan penyelenggaraan keempat yang digelar Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Event ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menilai kegiatan olahraga seperti Rupiah Borobudur Playon mampu memberikan dampak berantai bagi masyarakat. Selain menyehatkan, event olahraga dinilai dapat menghidupkan UMKM, sektor jasa, dan berbagai komunitas yang terlibat.

“Dengan kegiatan ini, masyarakat dididik untuk cinta rupiah,” kata Luthfi usai menuntaskan rute 5K sembari mendorong kursi roda putranya, Muhammad Alif Daffa.

Menurutnya, tren olahraga lari yang terus berkembang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sport tourism di Jawa Tengah. Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk mengembangkan lebih banyak lokasi yang berpotensi menjadi destinasi wisata olahraga.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Ahmad Luthfi turut ambil bagian dalam kategori 5 kilometer. Ia menuntaskan rute lomba sambil mendorong kursi roda putranya, Muhammad Alif Daffa.

Salah satu peserta asal Magelang, Rizal, mengaku telah tiga kali mengikuti Rupiah Borobudur Playon. Ia berharap event tersebut terus berkembang karena tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana kampanye sosial dan lingkungan.

"Ini juga untuk kampanye lingkungan. Harapannya ke depan event ini lebih ramai lagi," kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....