Pendampingan Perhutanan Sosial Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Batang
- 16 Sep 2026 12:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Program pendampingan Perhutanan Sosial di Kabupaten Batang mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Perkembangan program tersebut mengemuka dalam kegiatan monitoring dan evaluasi di Catra Garden & Goodness, Desa Pesantren, Kecamatan Blado, Selasa, 15 September 2026.
Pendampingan yang dilakukan Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) diarahkan pada penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Program tersebut juga didukung Ford Foundation untuk meningkatkan akses perempuan terhadap lahan melalui Perhutanan Sosial dan mengembangkan kewirausahaan sosial pada komoditas wanatani berkelanjutan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah(Bapperida) Kabupaten Batang, Bagus Pambudi, mengatakan peningkatan kapasitas anggota KUPS Perempuan menjadi modal penting untuk mengembangkan potensi usaha dan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan PUPUK telah memberikan perkembangan positif bagi kelompok perempuan di sejumlah desa.
“Pendampingan PUPUK telah memberikan peningkatan kapasitas yang signifikan bagi anggota KUPS Perempuan. Ini merupakan hal positif yang perlu terus dikembangkan agar kelompok semakin mandiri dan mampu mengoptimalkan potensi usaha yang dimiliki,” ujarnya.
Anggota KUPS Perempuan Desa Silurah, Nur Syiyamsih, mengatakan pendampingan tersebut memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota. Kemampuan tersebut menjadi bekal bagi kelompok untuk mengembangkan usaha sesuai dengan potensi yang dimiliki desa.
“Pendampingan dari PUPUK sangat membantu kami dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KUPS. Kami berharap pendampingan ini terus dikembangkan agar usaha kelompok semakin maju dan memberikan manfaat bagi perempuan serta masyarakat desa,” ungkapnya.
Direktur Eksekutif PUPUK Surabaya, Heri Saputro, mengatakan perkembangan program menunjukkan adanya peningkatan kapasitas anggota KUPS Perempuan. Menurutnya, capaian tersebut perlu diterjemahkan ke dalam penguatan kelembagaan, pengembangan usaha, dan peningkatan nilai tambah produk agroforestri.
“Peningkatan kapasitas anggota menjadi fondasi penting untuk pengembangan usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan. Ke depan, penguatan kelembagaan, akses pasar, dan kolaborasi multipihak perlu terus didorong,” ujarnya.
Pengembangan usaha kelompok diarahkan pada komoditas agroforestri yang memiliki potensi ekonomi. Salah satunya dilakukan melalui KUPS Perempuan Kabupaten Batang yang mengembangkan komoditas kopi.
Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, para pihak juga mengunjungi Green House dan Rumah Produksi KUPS Perempuan. Kunjungan dilakukan untuk melihat perkembangan aktivitas kelompok sekaligus potensi pengembangan usaha berbasis komoditas agroforestri.
Salah satu inisiatif yang dikembangkan bersama KUPS Perempuan Kabupaten Batang yakni CV. Srikandi Rimba. Wadah usaha bersama tersebut dirancang untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pasar, dan memperkuat kemandirian ekonomi perempuan.
Melalui monitoring dan evaluasi tersebut, para pihak mendorong agar capaian pendampingan menjadi dasar pengembangan program berikutnya. Penguatan kapasitas anggota, kelembagaan KUPS, inovasi produk, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan manfaat Perhutanan Sosial di Kabupaten Batang.
Kegiatan Monev ini dihadiri oleh perwakilan Pusat Fasilitasi Kerja Sama Sekjen Kemendagri, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemendagri, Tim Perizinan Ormas Asing (TPOA), serta Tim Ford Foundation. Turut hadir Bapperida Kabupaten Batang, UPTD BPSJ Pekalongan, PUPUK, KUPS Perempuan Kabupaten Batang, serta pemerintah desa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....