Lahan Perhutanan Sosial Kawasan DAS Bodri Kendal Ditanami Sengon dan Mangga

  • 07 Sep 2026 16:48 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Kawasan perhutanan sosial seluas 652 hektare di wilayah Kendal, yang pernah ditanami jagung, kini mulai ditanami kembali tanaman keras, seperti sengon, jabon, mangga, durian, nangka, dan rambutan. Kawasan tersebut berada di Desa Wonosari Pegandon dan Desa Singorojo, Kaliputih, Sukodadi Kecamatan Singorojo.

Kegiatan ini merupakan upaya rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) Bodri untuk pemulihan daerah aliran sungai Bodri. Kegiatan ini diinisiasi oleh PT PLN bersama Balai Pengelolaan DAS Pemali Jelantung Semarang.

Pembukaan penanaman pohon dilakukan bersama Bupati Kendal di lahan perhutanan sosial di Desa Wonosari Kecamatan Pegandon, Senin 7 September 2026. Selanjutnya akan diteruskan oleh seluruh anggota di KPH tiga desa tersebut bersama kelompok tani yang memanfaatkan lahan perhutanan sosial.

Zaini Dwi Ariyanto, Manajer K3 Lingkungan dan Keamanan PT PLN Persero Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah mengatakan, dari total luas 652 hektar akan ditanam sebanyak 260 ribu pohon. Targetnya, tiga tahun ke depan atau akhir tahun 2029 sudah membuahkan hasil yang diharapkan.

"Secara berkala, kami akan melakukan pemeliharaan sampai tiga tahun ke depan sampai 2029 akhir atau awal tahun 2030. Kemudian nanti akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian untuk melakukan penilaian dan serah terima," ujarnya.

Zaini mengatakan, yang penting dari kegiatan penanaman pohon ini bisa memberikan nilai tambah ekonomi kepada masyarakat di sekitar desa ini. Pasalnya, salah satu tanaman yang ditanam adalah tanaman tumpang sari. "Tanaman tumpang sari ada durian, nangka, rambutan yang bisa memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," katanya.

Ariel Setiyo Utomo, Kepala Balai Pengelolaan DAS Pemali Jelantung mengatakan, penanaman pohon ini sebagai upaya untuk mencegah kerusakan lingkungan. Dengan banyak pohon, maka air hujan akan tertahan di daerah resapan air yang berguna bagi masyarakat sekitar hutan dan mencegah banjir di daerah bawah.

"Sebelumnya ditanami jagung, tapi banyak dikomplain, terutama masyarakat bawah yang terkena banjir. Karenanya, sekarang mulai mengurangi secara bertahap, sehingga tidak mempengaruhi banjir di masyarakat bawah, juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar hutan," jelasnya. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, upaya rehabilitasi DAS Bodri merupakan kewajiban bersama, terutama PT PLN bersama seluruh pemangku kepentingan.

Harapannya, masyarakat ikut merawat dan menjaga apa yang sudah ditanam, agar ke depan bisa tumbuh dengan baik. "Melalui kegiatan penanaman pohon ini, untuk menjaga fungsi ekologi, tataair, termasuk untuk mengurangi resiko bencana," katanya. (FR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....