Wali Kota Semarang Wujudkan Simpang Lima Bersih Kembali usai Pembukaan MTQ
- 13 Sep 2026 15:52 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kawasan Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, kembali bersih pada Minggu 13 September 2026 dini hari setelah digunakan untuk pembukaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, Sabtu malam 12 September 2026. Ribuan warga yang memadati lokasi membuat volume sampah meningkat sehingga penanganan langsung dilakukan usai acara.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, kebersihan merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat dan tamu yang datang ke Kota Semarang. Ia ingin MTQ Nasional ini sukses penyelenggaraannya, tetapi juga sukses memberikan kenyamanan kepada masyarakat.
"Karena itu begitu kegiatan selesai, penanganan sampah langsung dilakukan. Jangan sampai kemeriahan acara meninggalkan persoalan kebersihan,” kata Agustina di Simpang Lima, Sabtu malam.
Untuk penanganan pasca-acara, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang menyiagakan 20 personel. Lima orang ditugaskan sebagai tim penyisir di Lapangan Simpang Lima bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Sementara 15 personel lain menyisir lingkar luar, meliputi Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran, sejumlah venue, hingga kawasan kuliner yang menjadi pusat aktivitas selama MTQ.
Armada pengangkut juga dikerahkan. DLH menyiapkan 2 kontainer dan 2 dump truck, sedangkan DPKP menyiapkan 3 dump truck. Dengan kapasitas maksimal sekitar 5 ton per unit, total kapasitas angkut yang disiapkan mencapai sekitar 35 ton.
“Ini bentuk kesiapan kita. Kita siapkan armada dan personel sesuai kebutuhan lapangan. Setelah massa bubar, petugas langsung menyisir dan mengangkut sampah supaya kawasan Simpang Lima dan sekitarnya kembali bersih,” ujar Agustina.
Penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah. DLH bersama DPKP menangani kawasan Simpang Lima, sementara Dinas Pekerjaan Umum fokus pada area di luar lingkar, terutama saluran dan drainase.
Menurut Agustina, penanganan tersebut akan berlangsung selama rangkaian MTQ Nasional XXXI hingga 20 September 2026. Sasaran tidak hanya Simpang Lima, tetapi juga venue perlombaan lainnya, area kuliner, kawasan pameran, dan titik-titik aktivitas kafilah serta masyarakat.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumber agar beban tidak hanya bertumpu pada proses pengangkutan. Tidak bisa hanya berpikir bagaimana mengangkut sampah sebanyak-banyaknya.
"Yang lebih penting adalah bagaimana sampah itu dikurangi, dipilah, dan dikelola sejak dari sumbernya. Ini menjadi pekerjaan bersama selama MTQ berlangsung,” ujarnya.
Agustina mengajak masyarakat, kafilah, dan panitia untuk ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pemilahan jika memungkinkan. Pemerintah sudah menyiapkan petugas dan fasilitasnya, tinggal kita bersama-sama menjaga.
"Target kita jelas: MTQ sukses, masyarakat nyaman, pelayanan berjalan, dan Kota Semarang tetap bersih. Ini tanggung jawab kita bersama sebagai tuan rumah,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....