Ahmad Luthfi Dorong Ekonomi Syariah Jadi Sumber Ekonomi Baru

  • 02 Okt 2026 18:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong ekonomi syariah menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah. Potensi tersebut dinilai besar karena mayoritas penduduk Jawa Tengah beragama Islam.

Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi usai menghadiri pelantikan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Padma Hotel Semarang, Jumat 2 Oktober 2026. Menurutnya, keberadaan MES sangat strategis dalam mengembangkan ekosistem ekonomi syariah dengan melibatkan berbagai potensi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Penduduk Jawa Tengah 38 juta ini, hampir 97 persen Muslim. Maka programnya di antaranya minimal bisa menciptakan ekonomi baru di wilayah kita,” kata Ahmad Luthfi.

Ia mengatakan, pengembangan ekonomi syariah dapat dilakukan melalui berbagai sektor, termasuk pariwisata ramah Muslim. Jawa Tengah memiliki potensi besar melalui keberadaan lebih dari 1.000 desa wisata yang dapat dikembangkan dengan konsep ramah Muslim.

“Tidak hanya 1.000 desa wisata, tetapi wisata ramah Muslim itu ada sunan, ada keraton, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Selain sektor pariwisata, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya penguatan industri halal. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, menurutnya, telah menerbitkan hampir 670 ribu sertifikat halal sebagai bagian dari pengembangan ekosistem produk halal. “Termasuk sertifikasi halal, kita hampir 670 ribu sertifikat halal kita terbitkan. Kemudian zakat dan lain sebagainya,” katanya.

Ia menilai pengembangan ekonomi syariah tidak hanya sebatas pada produk pakaian, fesyen, maupun kebutuhan Muslim lainnya. Setiap produk dan jasa harus memiliki nilai tambah sehingga mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha. “Artinya, ekonomi syariah ini nanti menjadi ekonomi baru di wilayah kita dengan menggandeng seluruh potensi masyarakat di wilayah kita, di antaranya UMKM,” jelasnya.

Ahmad Luthfi berharap kepengurusan MES yang baru dapat bersinergi dengan pemerintah daerah di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperluas pengembangan ekonomi syariah hingga tingkat daerah. “Di 35 kabupaten kota dengan para bupati, wali kota, kemudian dengan kepengurusan MES yang baru akan bisa menciptakan ekonomi baru di wilayah kita,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan industri halal harus diarahkan pada penciptaan produk yang memiliki nilai lebih, baik dari sisi kualitas, inovasi maupun daya saing.

“Semua harus mempunyai nilai lebih. Jadi termasuk industri halal, harus mempunyai nilai lebih dibanding yang tidak mempunyai nilai lebih,” pungkas Ahmad Luthfi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....