Punya Kualitas, Pemkab Pekalongan Dorong Kopi Talun Tembus Pasar Lebih Luas
- 03 Sep 2026 13:24 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Punya Kualitas, Kopi Talun di Dorong Tembus Kafe hingga Perluasan Pasar
- persoalan kopi bukan semata bagaimana meningkatkan produksi. Tanpa pasar yang jelas
RRI.CO.ID, Pekalongan – Kopi dari Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar, namun masih menghadapi tantangan dalam pemasaran. Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendorong agar komoditas tersebut tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman saat menutup Sekolah Lapang Iklim (SLI) Kopi Robusta Berketahanan Iklim Pekalongan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Pertemuan Muhammadiyah Talun, Rabu, 2 September 2026.
Sukirman mengatakan potensi kopi di Kabupaten Pekalongan perlu diikuti dengan penguatan pemasaran dan pengenalan produk. Menurutnya, kopi Talun dan sejumlah daerah penghasil kopi lainnya memiliki peluang untuk dikembangkan, termasuk masuk ke kafe, restoran, maupun jaringan pasar komersial.
“Yang harus kita benahi adalah pendampingan dari sisi penetrasi pemasaran. Kita perlu menyosialisasikan bahwa Pekalongan ini kopinya juga bisa diandalkan,” kata Sukirman.
Ia menilai persoalan pengembangan kopi tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Tanpa dukungan pasar yang jelas, peningkatan produksi belum tentu memberikan dampak maksimal terhadap kesejahteraan petani.
Pemkab Pekalongan mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem usaha kopi, mulai dari budidaya, peningkatan kualitas, pembiayaan hingga pemasaran. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas kopi sekaligus memperluas akses petani terhadap pasar.
Upaya penguatan sektor kopi juga dilakukan melalui SLI Kopi Robusta Berketahanan Iklim yang diikuti petani dari Desa Jolotigo dan Desa Sengare, Kecamatan Talun. Program bertema “Sinergi Ketahanan Iklim & Pemberdayaan Ekonomi” tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan petani menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem, sekaligus meningkatkan produktivitas melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP).
Sukirman meminta pengetahuan yang diperoleh petani selama mengikuti SLI tidak berhenti sebagai teori. Pengetahuan mengenai kondisi iklim, waktu tanam, pemeliharaan tanaman hingga masa panen diharapkan dapat diterapkan langsung di kebun.
“Bekal yang sudah didapat dari sekolah ini kita praktikkan bersama di lapangan. Dengan adaptasi dan penyesuaian keadaan, saya yakin teori-teori itu bisa dimaksimalkan dalam pengembangan budidaya kopi,” ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan Mercy Corps, Arif Ganda Purnamawa, mengatakan program Zurich Climate Resilience Alliance di Kabupaten Pekalongan juga diarahkan untuk menghubungkan komoditas kopi dengan pasar yang lebih luas. “Kami sedang berupaya bagaimana caranya supaya kopi ini bisa terkoneksi dengan pasar yang lebih besar,” kata Arif.
Arif menegaskan penutupan SLI bukan menjadi akhir program, melainkan awal dari upaya memperluas pasar dan mengembangkan skema finansial bagi petani. “Kita akan menginisiasi bagaimana pasar itu kita ekspansi dan skema-skema finansial yang akan kita kembangkan juga dapat diterapkan,” ujarnya.
Tantangan pemasaran tersebut juga diakui Camat Talu, Argo Yudha Ismoyo. Menurutnya, Talun memiliki beragam komoditas unggulan, mulai dari pisang, kopi, durian hingga alpukat, tetapi produk-produk tersebut masih menghadapi persoalan dalam menjangkau konsumen.
“Hasil bumi Talun itu semua punya, Pak, pisang, kopi, durian, alpukat, semua ada. Sayangnya enggak punya pasar, jadi orang tidak tahu kalau barangnya dari Talun,” ungkap Argo.
Kondisi tersebut menunjukkan pengembangan kopi Talun membutuhkan dukungan tidak hanya pada sisi produksi, tetapi juga branding, promosi, akses pasar, standar mutu, pengolahan pascapanen, pembiayaan serta jaringan pembeli. Dengan penguatan ekosistem tersebut, kopi Talun diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi petani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....