Silaturahmi 6.500 Eks Anggota JI, Kapolri Dorong Kontribusi Nyata bagi Indonesia

  • 31 Agt 2026 14:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Surakarta – Sekitar 6.500 eks anggota Jemaah Islamiyah (JI) dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur menghadiri Silaturahmi Akbar bersama Garda Satya NKRI di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu 30 Agustus 2026. Dalam pertemuan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendorong para eks anggota JI untuk melanjutkan proses reintegrasi dengan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Silaturahmi tersebut digelar sebagai bagian dari tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Garda Satya NKRI menjadi wadah bagi para mantan anggota JI setelah organisasi tersebut mendeklarasikan pembubaran pada 30 Juni 2024.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan dan reintegrasi sosial yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri. Kepala Densus 88 AT Polri, Irjen Pol Sentot Prasetyo, menyebut hingga kini sebanyak 7.942 eks anggota JI di 28 provinsi telah mengikuti program pembinaan.

Selain pembinaan, Polri bersama kementerian terkait juga telah memfasilitasi 19 pelatihan kemandirian ekonomi bagi para eks anggota JI. Program tersebut diarahkan untuk membantu mereka kembali menjalani kehidupan bermasyarakat sekaligus memiliki kemandirian.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendorong para eks anggota JI agar tidak berhenti pada keputusan kembali ke NKRI, tetapi menunjukkan komitmen tersebut melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat. Kapolri melihat terdapat banyak potensi yang dapat dikembangkan para anggota Garda Satya NKRI, mulai dari kewirausahaan, ekonomi, dakwah, hingga kegiatan sosial dan kemanusiaan.

“Beliau-beliau memiliki keinginan kuat untuk kemudian bisa mengaktualisasikan apa yang beliau miliki di bidang-bidang yang saat ini sudah ditekuni, baik di kewirausahaan, di ekonomi, di bidang dakwah, bahkan keterpanggilan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti bencana ataupun hal-hal lain,” kata Kapolri.

Menurutnya, kontribusi tersebut merupakan bentuk nyata keterlibatan warga negara dalam pembangunan bangsa. Ia juga mengajak para anggota Garda Satya NKRI bersama Polri dan lembaga lainnya menjaga persatuan serta menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengancam bangsa dan negara.

“Mari kita bersama-sama bersatu menjaga keberagaman yang ada dalam satu ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Betul-betul bisa kita dorong untuk menjadi negara maju sesuai dengan tujuan nasional kita mewujudkan masyarakat adil dan makmur,” ujarnya.

Kapolri menambahkan, proses reintegrasi eks anggota JI masih terus berlangsung. Ia berharap program pembinaan yang telah berjalan dapat mendorong semakin banyak mantan anggota JI untuk mengambil keputusan kembali dan menjadi bagian dari NKRI.

Ia menegaskan proses tersebut diharapkan berlangsung atas kesadaran pribadi, tanpa tekanan maupun paksaan. “Tidak ada tekanan, tidak ada paksaan, tapi ini lebih memunculkan panggilan dari hati nurani untuk bergabung ke Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam ikatan Garda Satya NKRI,” ujar Kapolri.

Dalam kegiatan itu, para peserta juga mengikuti diskusi panel mengenai masa depan program integrasi. Diskusi menghadirkan Wakadensus 88 AT Polri Brigjen Pol Tubagus Ami Prindani, mantan Amir JI Ustaz Para Wijayanto, serta Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum UIN Salatiga Prof. Dr. H. Muhammad Saerozi.

Mantan Amir JI, Ustaz Para Wijayanto, mengatakan keputusan pembubaran JI dan kembali ke NKRI merupakan hasil proses perubahan serta musyawarah internal organisasi. Ia menegaskan keputusan tersebut bukan diambil karena adanya tekanan.

“Kami kembali bukan berdasarkan tekanan, tapi memang perubahan metode dalam penanganan terorisme yang tepat. Kami bisa berubah, membubarkan diri dengan sukarela berdasarkan musyawarah-musyawarah mufakat dan kembali ke NKRI,” ujar Para Wijayanto.

Menurutnya, setelah kembali menjadi bagian dari NKRI, para anggota Garda Satya NKRI ingin memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Indonesia. Kemampuan yang dimiliki di berbagai bidang diharapkan dapat dikembangkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....