Kapolri: Pendekar Tapak Suci Harus Jadi Benteng Bangsa di Tengah Gejolak Global
- 08 Agt 2026 09:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan para pendekar Tapak Suci harus menjadi benteng bangsa dalam menghadapi ketidakpastian global yang kian kompleks. Pesan itu disampaikannya usai didapuk sebagai Anggota Kehormatan Tapak Suci pada Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Simpang Lima Semarang, Sabtu 8 Agustus 2026.
Menurut Sigit, dunia saat ini tengah diguncang berbagai konflik geopolitik yang berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi global. Ketegangan di sejumlah poros dunia membuat banyak negara menghadapi tekanan, termasuk Indonesia.
Ia menjelaskan konflik dan rivalitas antarnegara telah memengaruhi pertumbuhan ekonomi, kondisi fiskal, hingga pergerakan nilai tukar mata uang. Situasi tersebut menuntut seluruh elemen bangsa untuk memperkuat ketahanan nasional agar mampu bertahan di tengah gejolak yang terjadi.
Karena itu, Kapolri mengajak seluruh masyarakat mendukung program strategis pemerintah seperti swasembada pangan, swasembada energi, hilirisasi industri, dan penciptaan lapangan kerja. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci agar Indonesia tetap mandiri dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan global.
Sigit menilai karakter yang selama ini dibangun oleh Tapak Suci menjadi modal besar dalam menghadapi tantangan tersebut. Disiplin, kerja keras, ketangguhan, dan kemampuan bertahan dalam tekanan merupakan nilai yang dibutuhkan bangsa saat ini.
"Kalau kita ulet, kuat, disiplin, dan mampu bertahan dalam setiap tekanan, maka kita akan berhasil," ujarnya di hadapan ribuan pendekar yang menghadiri muktamar. Menurutnya, semangat itu harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bekal menghadapi masa depan.
Kapolri juga menekankan bahwa filosofi pendekar yang membela kebenaran dan melindungi kaum lemah memiliki kesamaan dengan tugas Polri. Kesamaan nilai tersebut menjadi fondasi kuat untuk mempererat sinergi antara Polri dan Tapak Suci.
Ia mendorong kerja sama yang lebih nyata antara Tapak Suci dan jajaran Polri di seluruh daerah. Kolaborasi itu dapat diwujudkan melalui pembinaan, pelatihan, hingga berbagai kegiatan sosial dan kebangsaan yang melibatkan generasi muda.
Menurut Sigit, tantangan bangsa saat ini tidak hanya datang dari luar negeri, tetapi juga dari ancaman sosial di dalam negeri. Disinformasi, misinformasi, narkoba, dan judi online menjadi persoalan yang harus dihadapi bersama.
Karena itu, ia berharap Tapak Suci turut mengambil peran sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan dan ketahanan masyarakat. Dengan kekuatan karakter yang dimiliki para pendekar, organisasi tersebut diyakini mampu menjadi mitra strategis dalam menjaga masa depan bangsa.
"Dan mari kita bersama-sama bersatu, kompak untuk menghadapi segala macam situasi yang ada untuk menjaga agar dalam situasi apa pun Indonesia tetap bisa bertahan, tetap bisa bertumbuh, dan kita memiliki cita-cita besar untuk mewujudkan Indonesia mencapai tujuan nasional kita, mewujudkan visi Indonesia Emas, mewujudkan Indonesia yang makmur," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....