AM Jumai dan Sejumlah Tokoh Dianugerahi Gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci

  • 08 Agt 2026 18:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Muktamar Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Kota Semarang berlangsung meriah dan menjadi salah satu momentum penting konsolidasi organisasi, dakwah, pendidikan, kepemudaan, serta pengembangan seni bela diri berkarakter Islami. Salah satu agenda penting pembukaan Muktamar adalah penganugerahan Gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah kepada sejumlah tokoh nasional, tokoh Muhammadiyah, akademisi, pejabat negara, anggota legislatif, dan tokoh masyarakat.

Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Dr. H. KRAT. AM Jumai, S.E., M.M., Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah sekaligus Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Hukum dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). AM Jumai dianugerahi Gelar Pendekar Kehormatan Tingkat Melati 1.

Pembukaan Muktamar yang berlangsung di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu 8 Agustus 2026. Kegiatan itu diikuti lebih dari 10.000 anggota Tapak Suci dan Dewan Pendekar dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut juga dihadiri peserta dan tamu dari sejumlah negara.

Selain AM Jumai, sejumlah tokoh yang menerima Gelar Pendekar Kehormatan antara lain Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., Ketua PWM Jawa Tengah Dr. H. Tafsir, M.Ag., Rektor UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., Rektor UNIMUS Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd., Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso, S.Kp., Ns., M.Kep., serta sejumlah tokoh lainnya.

Sementara itu, Anggota Kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah juga diberikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, M.M. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof. Abdul Mu'ti serta Prof. Muhadjir Effendy, bersama jajaran pimpinan Muhammadiyah dan tokoh-tokoh lainnya.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan sejumlah negara menunjukkan bahwa Tapak Suci tidak hanya berkembang sebagai organisasi seni bela diri, tetapi juga telah menjadi bagian penting dari gerakan dakwah, pendidikan karakter, dan pembinaan generasi muda. Bagi AM Jumai, Gelar Pendekar Kehormatan bukan sekadar simbol penghargaan, tetapi merupakan amanah untuk semakin memperkuat kontribusi dalam dakwah dan pembinaan generasi muda.

“Tapak Suci bukan hanya tentang kemampuan bela diri. Di dalamnya terdapat pendidikan karakter, kedisiplinan, keberanian, persaudaraan, akhlak, dan semangat membela kebenaran. Pendekar sejati harus mampu menjaga kehormatan diri, agama, organisasi, bangsa, dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Tapak Suci memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pendidikan karakter bagi generasi muda Indonesia. Seni bela diri harus berjalan bersama pembentukan akhlak, spiritualitas, kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat pengabdian. “Silat menjadi gerakannya, akhlak menjadi jiwanya, dakwah menjadi jalannya, dan Indonesia menjadi medan pengabdiannya,” tegasnya.

Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Muktamar Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Semarang. Dukungan tersebut mendapatkan perhatian serius dari jajaran pimpinan universitas. Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., Rektor UNIMUS, memberikan pengarahan agar keterlibatan UNIMUS dalam kegiatan Muktamar dapat berjalan maksimal.

Sementara itu, Prof. Dr. Budi Santosa dipercaya sebagai Ketua Panitia Internal UNIMUS dan dinilai sangat konsen serta memberikan perhatian terhadap berbagai rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan Muktamar Tapak Suci. Keterlibatan UNIMUS menunjukkan komitmen perguruan tinggi Muhammadiyah dalam mendukung pengembangan olahraga, seni bela diri, pendidikan karakter, kepemudaan, dakwah, serta penguatan jejaring Muhammadiyah di tingkat nasional dan internasional.

Muktamar Tapak Suci di Semarang diharapkan tidak berhenti sebagai agenda organisasi, tetapi mampu melahirkan berbagai program strategis untuk memperkuat kaderisasi, meningkatkan kualitas pendekar, memperluas dakwah melalui seni bela diri, serta membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, berakhlak, disiplin, dan memiliki semangat kebangsaan.

Semarang menjadi saksi bahwa Tapak Suci terus bergerak: membangun prestasi melalui silat, membentuk karakter melalui akhlak, memperkuat persaudaraan melalui ukhuwah, dan mengabdi kepada bangsa melalui dakwah dan pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....