Festival Literasi Pekalongan, Soroti Krisis Air hingga Penyelamatan Sungai
- 22 Agt 2026 08:26 WIB
- Semarang
Poin Utama
- LKPP juga memperkenalkan Ficus Nursery Center, sebuah pusat pembibitan tanaman ficus yang diharapkan menjadi ruang kolaborasi masyarakat dan kalangan akademik dalam gerakan penghijauan.
- perlindungan dan pengelolaan lingkungan tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah, sehingga masyarakat perlu ikut menjadi pengawas sekaligus pelaku konservasi.
RRI.CO.ID, Pekalongan – Persoalan air di Kabupaten Pekalongan dinilai tidak cukup diselesaikan melalui imbauan untuk menghemat penggunaan air. Ancaman pencemaran sungai, berkurangnya tutupan pohon, hingga kerusakan lingkungan membutuhkan keterlibatan masyarakat secara nyata dan berkelanjutan.
Pesan tersebut mengemuka dalam Festival Literasi Kabupaten Pekalongan 2026 yang digelar di Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan, Mengusung tema “Literasi Konservasi Air” dan slogan “Air Terjaga, Bumi Terasa, Generasi Berdaya”, kegiatan ini mempertemukan komunitas, pemerintah daerah, dan sektor kehutanan untuk membahas keberlanjutan sumber daya air.
Ketua Lintas Komunitas Peduli Pekalongan (LKPP), Handono Warih, menegaskan air merupakan kebutuhan seluruh makhluk hidup, bukan hanya manusia. Karena itu, penggunaan air harus dilakukan secara bijaksana agar ketersediaannya tetap terjaga bagi generasi mendatang.
“Pengguna air itu seluruh makhluk hidup yang ada di bumi ini, jadi, mari kita jaga dan gunakan air sebijaksana mungkin. Karena bukan hanya diri kita yang membutuhkan atau menggunakan air,” kata Handono, Sabtu 22 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, LKPP juga memperkenalkan Ficus Nursery Center, sebuah pusat pembibitan tanaman ficus yang diharapkan menjadi ruang kolaborasi masyarakat dan kalangan akademik dalam gerakan penghijauan. Masyarakat dapat berpartisipasi melalui donasi bibit maupun kegiatan penanaman, sementara bibit yang terkumpul dapat disalurkan ke wilayah yang membutuhkan.
“Kami juga menerima donasi ficus dan bibit tanaman. Kami juga menyalurkan dan mendonasikannya kepada wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Handono, gerakan penghijauan perlu diperluas agar semakin banyak masyarakat terlibat langsung dalam menjaga lingkungan dan sumber air.
Perwakilan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah, Teguh Winarno, mengatakan penghijauan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga tata air sekaligus menghadapi tekanan perubahan iklim.
“Dengan menanam pohon kita bisa menyelamatkan air, kita bisa menjaga agar iklim kita juga semakin baik. Dampak El Nino itu bisa diminimalisir dengan adanya banyak orang yang menanam pohon,” jelas Teguh.
Ia bahkan mendorong setiap individu menanam sedikitnya 25 pohon serta tidak melakukan penebangan secara sembarangan.
“Jangan seenaknya menebang pohon. Sebanyak-banyaknya mari kita menanam pohon, minimal 25 pohon per individu,” tegasnya.
Selain penghijauan, Teguh mengingatkan masyarakat untuk menjaga sungai dengan tidak membuang sampah karena pencemaran sungai dapat mengancam keberlanjutan sumber daya air. Menurutnya, upaya penyelamatan lingkungan harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari menjaga kawasan hijau hingga memastikan sungai terbebas dari sampah.
“Jangan membuang sampah di sungai. Mari kita jaga sungai kita biar tetap bersih, tetap lestari,” lanjutnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Pekalongan, Eva Retno Sari, mengungkap persoalan pencemaran air sebagai salah satu ancaman serius terhadap kualitas sungai. Ia mengatakan konservasi air harus berjalan beriringan dengan pengendalian pencemaran dan pemantauan kualitas air.
“Paling menonjol itu jelas pencemaran air yang menyebabkan penurunan kualitas air sungai. Kalau memang ada dugaan terjadinya pencemaran, masyarakat bisa menyampaikan aduan ke dinas,” ungkap Eva.
Ia menegaskan, perlindungan dan pengelolaan lingkungan tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah, sehingga masyarakat perlu ikut menjadi pengawas sekaligus pelaku konservasi.
“Upaya konservasi air dan perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup secara umum itu tidak akan bisa dilakukan oleh dinas atau pemerintah saja,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....