Panen Bawang Putih Tawangmangu Hasilkan 1,25 Ton , Potensinya Terus Dikembangkan

  • 20 Agt 2026 09:49 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Karanganyar – Panen bawang putih varietas Tawangmangu Baru di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, menghasilkan sekitar 1,25 ton dari 150 kilogram bibit. Hasil tersebut menunjukkan potensi produksi bawang putih lokal Jawa Tengah untuk mendukung kebutuhan pangan nasional.

Panen berlangsung di lahan Kelompok Tani Taruna Tani Maju, Lingkungan Pancot, Kelurahan Kalisoro, Tawangmangu, Rabu 19 Agustus 2026. Lahan seluas sekitar 750–1.200 meter persegi itu ditanami bawang putih pada 5 April 2026.

Panen di Pancot menjadi bagian dari gerakan penanaman dan panen bawang serentak yang dilaksanakan di 17 provinsi. Secara nasional, kegiatan tersebut dipusatkan di Nusa Tenggara Barat, sedangkan Polda Jawa Tengah mengikuti rangkaian kegiatan dari lokasi panen di Tawangmangu.

Sebanyak 150 kilogram bibit bawang putih varietas Tawangmangu Baru yang ditanam di lahan tersebut menghasilkan sekitar 1.250 kilogram atau 1,25 ton saat panen. Produktivitas itu menjadi salah satu gambaran potensi pengembangan bawang putih di kawasan Tawangmangu.

Kelompok Tani Taruna Tani Maju memiliki sekitar 30 anggota. Lahan yang dipanen tersebut dikelola Bejo Supriyanto yang juga menjabat sebagai ketua kelompok tani.

Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. Latif Usman mengatakan, varietas Tawangmangu Baru merupakan salah satu potensi pertanian yang menjadi kebanggaan Jawa Tengah dan perlu terus dikembangkan untuk mendukung kebutuhan bawang putih nasional.“Dari Tawangmangu ini merupakan varietas baru dari Tawangmangu, yang merupakan kebanggaan kita. Dari Jawa Tengah ini 63 persen penyokong utama kebutuhan nasional,” ujar Brigjen Pol. Latif Usman kepada awak media.

Menurutnya, Polri memiliki komitmen untuk terus mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan dengan mendorong kelompok tani meningkatkan produktivitas pertanian.

Dukungan tersebut, kata dia, tidak berhenti pada kegiatan penanaman maupun panen, tetapi juga dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait guna membantu memenuhi kebutuhan para petani di lapangan.

“Polri dalam hal ini mendukung program pemerintah, dalam hal ini mengajak kelompok tani untuk semakin meningkatkan produktivitas bawang putih. Tentunya Polri selalu berkoordinasi dengan instansi terkait masalah kebutuhan para petani, termasuk alsintan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Polri juga akan terus menyerap aspirasi dari kelompok tani sehingga kebutuhan yang dihadapi petani dapat diketahui dan dicarikan solusi secara bersama-sama.

“Kami akan menyerap apa yang dibutuhkan dan diinginkan para petani,” tegasnya.

Brigjen Pol. Latif Usman menambahkan, potensi produksi bawang putih di Jawa Tengah cukup luas. Selain Tawangmangu, sejumlah wilayah lain seperti Batang, Tegal, Pekalongan, Temanggung, dan Semarang juga turut berkontribusi dalam produksi bawang putih.

Panen di Pancot menjadi bukti bahwa penguatan ketahanan pangan dapat dimulai dari sektor pertanian lokal. Dengan sinergi antara Polri, pemerintah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan, produktivitas pertanian diharapkan terus meningkat dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....