Varietas Thailand-Nganjuk Dongkrak Produktivitas Bawang Merah di Magelang
- 27 Jul 2026 16:06 WIB
- Semarang
Poin Utama
- bawang merah varietas Thailand-Nganjuk ( Tajuk)
- Dusun Ngemplak, Desa Ngarek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang
- bawang merah
RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang – Varietas bawang merah Thailand-Nganjuk (Tajuk) mampu mendongkrak produktivitas pertanian di Kabupaten Magelang. Keberhasilan tersebut dibuktikan para petani di Dusun Ngemplak, Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid yang sukses membudidayakan bawang merah Tajuk di lahan dataran rendah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magelang, Puji Lestari, mengatakan lahan yang kini ditanami bawang merah sebelumnya merupakan area terdampak erupsi Gunung Merapi pada 2010. Setelah tertutup endapan pasir vulkanik, lahan tersebut dinilai kurang optimal jika ditanami padi sehingga petani beralih ke komoditas bawang merah.
"Para petani bawang merah di Dusun Ngemplak ini menanam lahan sawahnya dengan komoditas bawang merah yang sebelumnya terdampak erupsi Merapi di tahun 2010 silam. Lahan yang tertutup endapan pasir akibat erupsi Merapi tersebut, ketika ditanami padi hasilnya kurang memuaskan, kemudian para petani menanam bawang merah," katanya di sela panen bawang merah Tajuk di Dusun Ngemplak, Senin, 27 Juli 2026.
Menurut Puji, inisiatif para petani tersebut memperkaya ragam komoditas pertanian di Kecamatan Mungkid. Selain dikenal dengan budidaya padi melalui konsep mina padi, wilayah tersebut kini berkembang sebagai sentra bawang merah di dataran rendah.
Ia menjelaskan, varietas bawang merah Tajuk memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan varietas lain. Selain produktivitasnya tinggi, hasil panennya juga memiliki tonase yang lebih besar sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani.
Puji menambahkan, luas tanaman hortikultura bawang merah di Kabupaten Magelang saat ini mencapai sekitar 225 hektare. Adapun sentra bawang merah selama ini berada di wilayah dataran tinggi seperti Kecamatan Kajoran, Kaliangkrik, Windusari, Pakis, dan Sawangan.
Salah seorang petani, Kuniah, mengaku mulai menanam bawang merah Tajuk sejak empat tahun terakhir. Menurutnya, komoditas tersebut memberikan hasil yang memuaskan dengan harga jual yang cukup menguntungkan.
"Dari lahan seluas 1.500 meter persegi bisa menghasilkan bawang merah sebanyak 1,6 kuintal. Harga bawang merah basah di tingkat petani dijual dengan harga Rp25.000 per kilogramnya," ujar Kuniah.
Ia menambahkan, varietas bawang merah Thailand-Nganjuk yang dibudidayakan memiliki kualitas yang baik. Umbinya berukuran besar, berwarna merah cerah, serta tidak mudah busuk sehingga diminati pasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....