Inflasi Kudus Juni 2026 Capai 0,29 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Bensin

  • 03 Jul 2026 11:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus- Kabupaten Kudus mencatat inflasi sebesar 0,29 persen pada Juni 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan harga bensin menjadi penyumbang terbesar inflasi, disusul sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah, bawang putih, dan beras.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 tercatat sebesar 111,67. Secara keseluruhan, kelompok transportasi menjadi faktor yang paling dominan mendorong kenaikan harga pada bulan tersebut.

Kepala BPS Kabupaten Kudus, Eko Suharto, mengatakan kelompok transportasi memberikan andil inflasi terbesar, yakni sebesar 0,22 persen dengan tingkat inflasi kelompok mencapai 1,87 persen. "Kelompok transportasi memberikan andil inflasi terbesar pada bulan Juni ini, yaitu mencapai 0,22 persen dengan laju inflasi kelompok sebesar 1,87 persen," ujar Eko, Kamis, 2 Juli 2026.

Secara bulanan atau month-to-month (m-to-m), bensin menjadi komoditas dengan andil inflasi tertinggi, yakni sebesar 0,20 persen. Selanjutnya, bawang merah menyumbang andil 0,05 persen, bawang putih 0,03 persen, sedangkan beras dan telepon seluler masing-masing sebesar 0,02 persen.

Meski demikian, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga sehingga membantu menahan laju inflasi. Daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil minus 0,06 persen, disusul cabai merah minus 0,04 persen. Sementara itu, ikan lele, telur ayam ras, dan sawi hijau masing-masing memberikan andil deflasi sebesar minus 0,02 persen.

Eko menambahkan, secara tahunan atau year-on-year (y-on-y), inflasi Kabupaten Kudus pada Juni 2026 terhadap Juni 2025 tercatat sebesar 2,83 persen. Adapun inflasi tahun kalender hingga Juni 2026 mencapai 1,56 persen.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan inflasi di Kabupaten Kudus masih relatif terkendali. Angka inflasi tahunan Kudus juga berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang pada periode sama tercatat sebesar 2,92 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....