Murid Sehat, Guru Aman, Rembang Perkuat Mitigasi Risiko Pembelajaran PJOK
- 19 Agt 2026 13:47 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang memperkuat mitigasi risiko dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) melalui sosialisasi hukum bagi para guru. Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan kegiatan olahraga berlangsung aman sekaligus meningkatkan pemahaman guru terhadap risiko yang dapat terjadi selama pembelajaran.
Sosialisasi digelar di Gedung PKG Kecamatan Lasem, Rabu, 19 Agustus 2026, dengan menggandeng Polres Rembang. Kegiatan menghadirkan KBO Reskrim Polres Rembang, IPTU Dr. Widodo Eko Prasetiyo sebagai narasumber dan diikuti guru PJOK maupun guru yang mengampu mata pelajaran PJOK jenjang SD dan SMP.
Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Ahmad Sholchan, mengatakan guru PJOK memiliki risiko lebih besar dibandingkan guru mata pelajaran lain. Sebab, pembelajaran banyak dilakukan melalui praktik dan aktivitas fisik di luar kelas.
“Guru PJOK adalah guru yang mempunyai risiko-risiko yang lebih dibandingkan guru yang lain karena harus ada praktiknya di luar lapangan. Kejadian-kejadian selama ini yang memungkinkan adanya risiko ini harus disadari dan diantisipasi oleh semua guru,” ujarnya.
Menurut Ahmad, guru perlu memahami langkah yang harus dilakukan apabila terjadi insiden selama pembelajaran, termasuk ketika siswa mengalami gangguan kesehatan atau kecelakaan ringan. Pemahaman mengenai aspek hukum juga dinilai penting agar guru dapat mengambil tindakan secara tepat.
“Kami menghadirkan narasumber dari Polres Rembang karena dari sisi kajian hukum, pihak Polres lebih memahami terkait dengan risiko hukum yang mungkin saja terjadi. Jadi kegiatan ini kami laksanakan tiga hari,” katanya.
Sosialisasi tersebut sebelumnya telah dilaksanakan di wilayah Rembang Barat dan dilanjutkan di Kecamatan Lasem. Sementara kegiatan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Kantor Dindikpora Rembang dengan peserta khusus guru SMP.
Ahmad menegaskan, upaya mitigasi perlu dilakukan sejak awal dan tidak harus menunggu terjadinya insiden. Penyamaan pemahaman dinilai penting karena tingkat pengetahuan guru PJOK mengenai mitigasi risiko masih beragam.
Ia menyebut tujuan utama sosialisasi tersebut adalah menciptakan kondisi “murid sehat, guru aman”. Salah satu langkah yang perlu dilakukan guru adalah mengetahui kondisi kesehatan siswa sebelum aktivitas olahraga dimulai.
“Guru PJOK harus tahu situasi kondisi anak-anak, misalnya siapa yang dalam kondisi sakit, kalau perlu cek nadinya normal atau di atas normal dan lain sebagainya. Di samping itu, teman-teman untuk olahraga juga dipersiapkan sebaik-baiknya secara detail dan teknis,” jelasnya.
Salah satu peserta sosialisasi, Guru PJOK SDN Banowan Kecamatan Sarang, Lela Ayu Rinanti, menilai kegiatan tersebut penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan siswa. Menurutnya, guru perlu memahami mitigasi risiko agar dapat memberikan penanganan yang tepat ketika terjadi sesuatu selama kegiatan olahraga.
Lela mengatakan salah satu langkah yang harus diperhatikan dalam pembelajaran PJOK adalah memastikan siswa melakukan pemanasan sebelum memasuki kegiatan inti. Guru juga perlu menanyakan kondisi kesehatan siswa sebelum aktivitas dimulai.
“Setiap memulai pembelajaran kita berdoa, kemudian absensi dan menanyakan kondisi siswa. Kalau ada yang sakit, tentu harus kita perhatikan terlebih dahulu sebelum mengikuti pembelajaran,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....