Guru MTsN 1 Rembang Minta Maaf usai Kesalahpahaman dengan Wartawan

  • 10 Sep 2026 19:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang - Guru MTsN 1 Rembang, Purwantini, menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan RTV dan Disway setelah terjadi persoalan saat peliputan siswa yang mengalami sakit. Kedua pihak telah sepakat menyelesaikan persoalan tersebut dan tidak mempermasalahkannya lagi.

Permintaan maaf disampaikan Purwantini kepada wartawan RTV, Minan, dan wartawan Disway, Ezra, didampingi Azis, wartawan Gemadika.com, di Lasem, Kamis, 10 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, Purwantini didampingi Waka Sarpras MTsN 1 Rembang Chris Sutopo, Waka Humas Izzatin Nuril Latifah, Waka Kurikulum Widowati, dan Tim Humas Maria Ulfah.

Hadir pula Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Rembang Sumardi serta Humas Kemenag Rembang Shofatus Shodiqoh. Kedua belah pihak kemudian menyepakati bahwa persoalan tersebut telah selesai.

Purwantini juga menyampaikan permohonan maaf atas sikapnya saat wartawan hendak mengambil gambar dan video seorang siswa yang sedang sakit. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Saya Bu Purwantini atau Bu Nini mohon maaf atas sikap kami yang kemarin,” kata Purwantini saat memberikan klarifikasi kepada wartawan.

“Bukan maksud saya untuk menghalang-halangi teman-teman media untuk mencari informasi ya. Karena sikap kami yang kemarin itu, jadi mohon maaf sebesar-besarnya, itu murni perbuatan saya dan saya sekali lagi mohon maaf kepada teman-teman media, terima kasih," ucapnya.

Purwantini mengatakan sikap tersebut terjadi karena dirinya masih awam dalam berhubungan dengan wartawan. Ia kembali menyampaikan permohonan maaf kepada para wartawan atas kejadian tersebut.

Kejadian bermula ketika Purwantini sedang memapah seorang siswa yang sakit menuju mobil untuk dibawa ke Puskesmas Lasem. Saat itu, dua wartawan hendak mengambil gambar dan video siswa tersebut.

Purwantini kemudian meminta keduanya tidak mengambil gambar karena tidak membawa surat tugas. Setelah kejadian tersebut, wartawan RTV dan Disway tetap melakukan konfirmasi kepada pihak MTsN 1 Rembang terkait dugaan puluhan siswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pada Rabu, 9 September 2026 sekitar satu jam setelah kejadian, wartawan RTV dan Disway meminta wawancara kepada Waka Sarpras MTsN 1 Rembang, Chris Sutopo, yang didampingi Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Rembang, Sumardi. Pihak madrasah kemudian memberikan keterangan terkait kondisi siswa.

Beberapa wartawan dan Polres Rembang juga melakukan wawancara kepada pihak madrasah. Pihak sekolah menerima kedatangan wartawan dan memberikan keterangan terkait dugaan siswa mengalami keluhan kesehatan setelah menerima MBG. Keterangan tersebut disampaikan Chris Sutopo didampingi Waka Humas MTsN 1 Rembang, Izzatin Nuril Latifah.

Sementara itu, pada Rabu, 9 September 2026, sebanyak 46 siswa menjalani pemeriksaan atau screening dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang. Sebanyak empat murid sempat menjalani perawatan di Puskesmas Lasem, sementara Purwantini juga mengalami diare dan turut mendapatkan penanganan.

Dari hasil screening, 46 siswa mengalami gejala pusing, mual, dan muntah. Namun, hingga kini belum diketahui penyebab keluhan kesehatan tersebut.

Empat murid yang sebelumnya menjalani perawatan di Puskesmas Lasem telah diperbolehkan pulang. Kondisi Purwantini yang juga sempat mengalami diare telah membaik.

"Hasil screening dan penyebab siswa sakit masih dalam observasi. Kira-kira dua minggu hasil baru akan diberikan," kata Izzatin.

Hingga Kamis, 10 September 2026, sekitar 1.000 siswa MTsN 1 Rembang dilaporkan dalam kondisi sehat dan dapat mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa yang baru pulang dari Puskesmas meminta izin untuk beristirahat. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....