Kadisdik Jateng Minta Pengelola MBG Perketat Standar Keamanan Pangan

  • 06 Agt 2026 15:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, meminta pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperketat penerapan standar keamanan pangan . Hal ini disampaikannya setelah terjadinya kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa di salah satu SMK Negeri di Kota Semarang.

Sadimin mengatakan, Dinas Pendidikan Jawa Tengah bersama Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), cabang dinas, Dinas Kesehatan, dan puskesmas setempat langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan. "Siswa yang mengalami gejala segera mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke rumah sakit maupun fasilitas kesehatan terdekat," katanya sasat ditemui di Semarang, Kamis 6 Agustus 2026.

Ia menyampaikan, sebagian besar siswa telah kembali ke rumah dalam kondisi membaik. Sementara beberapa siswa lainnya masih menjalani masa pemulihan sehingga belum kembali mengikuti kegiatan belajar.

"Alhamdulillah semuanya selamat. Sebagian sudah pulang dan hanya beberapa yang masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi," ujarnya.

Sadimin menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP) dalam proses penyediaan makanan. Khususnya, terkait waktu pengolahan hingga distribusi kepada siswa.

Menurutnya, makanan sebaiknya dimasak tidak terlalu jauh dari waktu penyajian untuk menjaga kualitas dan keamanan konsumsi. "Kalau memasak, sebaiknya mendekati waktu makan, jangan terlalu lama sebelum didistribusikan, semua prosedur yang sudah ditetapkan harus dijalankan secara disiplin," katanya.

Ia menambahkan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus menerapkan seluruh standar keamanan pangan secara menyeluruh. Mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar kejadian serupa tidak terulang. "Kalau seluruh SOP dijalankan dengan baik, insyaallah kualitas makanan tetap terjaga dan program dapat berjalan dengan aman," ujar Sadimin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....