Pesantren Obah, 73 Santri-Pengasuh Dinyatakan Lolos Kuliah hingga Luar Negeri
- 03 Agt 2026 19:32 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 73 santri dan pengasuh pesantren di Jawa Tengah dinyatakan lolos program Beasiswa Pesantren Obah 2026 setelah melalui seleksi akademik dan wawancara yang ketat. Para penerima beasiswa akan menempuh pendidikan mulai jenjang sarjana hingga doktoral, termasuk di sejumlah perguruan tinggi luar negeri.
Hasil akhir seleksi diumumkan pada Senin 3 Agustus 2026 melalui media sosial resmi Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren Jawa Tengah, laman Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni. Program tersebut merupakan salah satu realisasi program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.
Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren Jawa Tengah, Prof. Dr. KH Hasyim Muhammad, mengatakan sebanyak 942 santri dan pengasuh pesantren mengikuti proses seleksi sejak pendaftaran dibuka. Seleksi dilakukan melalui uji akademik dan wawancara yang mencakup kemampuan membaca kitab kuning, hafalan Al-Qur'an, wawasan kepesantrenan, serta kebangsaan.
“Setelah disaring, dari 942 pendaftar, yang lolos 73 orang. Semuanya santri dan pengasuh pesantren, karena beasiswa ini khusus untuk mereka,” kata Hasyim.
Dari total penerima, sebanyak 15 orang memperoleh beasiswa pendidikan luar negeri dan 58 orang menerima beasiswa pendidikan dalam negeri. Tujuan studi luar negeri meliputi perguruan tinggi di Tiongkok, Universitas Al Azhar Mesir, dan Universitas Al Ahqaf Yaman.
Penerima beasiswa tersebut akan menempuh berbagai bidang studi strategis. Di antaranya kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat, pertanian, sains dan teknologi, serta studi keislaman pada jenjang sarjana, magister, dan doktor.
Hasyim menjelaskan, penerima beasiswa luar negeri akan mendapatkan dukungan biaya pendidikan secara menyeluruh, meliputi biaya kuliah, visa, biaya hidup, asuransi kesehatan, hingga tiket pesawat pulang-pergi. Sementara itu, penerima beasiswa dalam negeri akan memperoleh bantuan uang kuliah tunggal setiap semester selama masa studi.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan seluruh penerima beasiswa akan mendapatkan pembekalan sebelum memulai pendidikan. Pemerintah provinsi ingin memastikan para penerima memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal dan fokus menyelesaikan studinya.
“Alhamdulillah untuk program beasiswa santri dan pengasuh pesantren sudah selesai semua tahapannya. Pertengahan bulan ini mereka akan kita panggil dan kita motivasi agar benar-benar konsen pendidikannya,” ujar Taj Yasin.
Menurutnya, para penerima beasiswa nantinya diharapkan kembali ke pesantren masing-masing setelah menyelesaikan pendidikan. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh di bangku kuliah diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan dan pengembangan pesantren di Jawa Tengah.
Untuk diketahui, program Beasiswa Pesantren Obah merupakan pelaksanaan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bidang pendidikan keagamaan. Karena baru memasuki tahun pertama pelaksanaan, pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bahan pengembangan program pada tahun mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....