Wagub Jateng Puji Gerakan Kampus Ekoteologi, Relevan Atasi Dampak Kemarau

  • 04 Agt 2026 15:57 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan apresiasi terhadap gerakan ekoteologi yang dikembangkan UIN Sunan Kudus pada peringatan Dies Natalis ke-60 kampus tersebut.
  • Gerakan ekoteologi UIN Sunan Kudus menggabungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan, dianggap relevan dalam menghadapi tantangan musim kemarau yang dirasakan masyarakat.
  • Wakil Gubernur menekankan pentingnya peran kampus dalam memberikan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan dan mitigasi bencana sebagai bagian dari tanggung jawab sosial pendidikan.

RRI.CO.ID, Semarang - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memuji gerakan ekoteologi yang dikembangkan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus. Menurutnya, gerakan yang memadukan nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan itu sangat relevan dengan tantangan musim kemarau yang mulai dirasakan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Peringatan Dies Natalis ke-60 UIN Sunan Kudus, Selasa 4 Agustus 2026. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan kampus dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan dan ancaman bencana.

Taj Yasin mengatakan, Kabupaten Kudus saat ini mulai menghadapi dampak kemarau panjang yang berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat. Karena itu, kesadaran menjaga lingkungan perlu terus diperkuat melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sosial dan keagamaan.

Menurutnya, gerakan ekoteologi menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun kepedulian tersebut. Melalui pendekatan itu, nilai-nilai agama dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam menjaga kelestarian alam.

Wagub menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan gagasan, inovasi, dan temuan yang dapat membantu pemerintah mengatasi berbagai persoalan lingkungan, terutama menghadapi tantangan perubahan iklim dan bencana. Oleh sebab itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi perlu terus diperkuat.

“Kita harus kolaborasi dengan kampus-kampus itu, mengajak bagaimana anak-anak kampus, bagaimana civitas akademika ini memiliki terobosan, penemuan, dan inovasi yang bisa kita pakai,” tegasnya.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Sunan Kudus, Ahmad Thoyib Setyansah, menyambut dukungan tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan program-program berbasis ekoteologi. Konsep ekoteologi merupakan program yang didorong oleh Kementerian Agama yang akan diwujudkan civitas akademika melalui berbagai kegiatan, termasuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan program kemahasiswaan lainnya.

Ia menambahkan, esensi ekoteologi adalah mengintegrasikan ajaran Islam dengan tanggung jawab menjaga lingkungan hidup. Dengan cara itu, kampus diharapkan mampu mencetak generasi yang peduli terhadap alam sekaligus tanggap menghadapi ancaman bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....