Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Sasar Kemandirian Ekonomi Ahli Waris

  • 12 Agt 2026 14:37 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan Program PEKA (Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat) untuk memberdayakan ahli waris peserta agar mandiri secara ekonomi.
  • Program ini dirancang agar manfaat jaminan sosial tidak hanya berhenti pada pemberian santunan, tetapi berkelanjutan melalui peningkatan keterampilan dan produktivitas keluarga penerima manfaat.
  • Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menyatakan Program PEKA merupakan implementasi semangat Value Beyond Protection untuk memberikan dampak lebih luas bagi peserta dan keluarganya.

RRI.CO.ID, Semarang – BPJS Ketenagakerjaan mendorong ahli waris peserta penerima manfaat atau santunan agar mampu membangun kemandirian ekonomi melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Program tersebut dirancang agar manfaat jaminan sosial tidak berhenti pada pemberian santunan, tetapi berlanjut pada peningkatan keterampilan dan produktivitas keluarga penerima manfaat.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan Program PEKA merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam memberikan nilai tambah bagi peserta dan keluarganya. Program tersebut menjadi implementasi semangat Value Beyond Protection yang memastikan manfaat jaminan sosial dapat memberikan dampak lebih luas.

“Program PEKA lahir dari semangat Value Beyond Protection. Kami menghadirkan nilai tambah sebelum risiko terjadi, saat risiko terjadi, maupun setelah manfaat diterima,” ujar Saiful dalam siaran pers, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut Saiful, layanan kepada peserta seharusnya tidak berhenti ketika manfaat jaminan sosial telah dibayarkan. Oleh karena itu, PEKA dijalankan melalui prinsip 3P, yakni Pelatihan, Produktivitas, dan Profit.

Melalui pendekatan tersebut, penerima manfaat dibekali keterampilan yang diharapkan dapat menjadi modal untuk meningkatkan produktivitas. Selain itu, juga untuk membangun sumber penghasilan baru bagi keluarganya.

Saiful mengatakan secara regulasi kewajiban BPJS Ketenagakerjaan memang berakhir ketika manfaat atau santunan diberikan kepada peserta maupun ahli waris. Namun, pihaknya menilai masih terdapat tanggung jawab moral untuk membantu keluarga penerima manfaat agar dapat melanjutkan kehidupan dengan kondisi ekonomi yang lebih baik.

“Secara regulasi tugas kami selesai pada saat memberikan santunan. Namun kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan peserta, bahkan keluarganya, dapat melanjutkan hidup dengan lebih sejahtera,” ujarnya.

Hingga saat ini, Program PEKA telah diikuti lebih dari 1.000 peserta di berbagai daerah di Indonesia. BPJS Ketenagakerjaan juga terus memperluas kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.

Saiful menegaskan keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah pelatihan yang diberikan. Ukuran utamanya adalah kemampuan peserta untuk membangun kembali kemandirian ekonomi setelah mengikuti rangkaian program.

“Program ini bukan sekadar pelatihan. Setelah pelatihan kami akan melakukan tracking dan pendampingan, dengan target minimal 10 persen peserta mampu menjadi pelaku usaha yang produktif,” jelasnya.

Peserta yang mampu mengembangkan usaha selanjutnya akan didukung melalui kolaborasi dengan ekosistem perbankan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu usaha peserta berkembang sekaligus membuat manfaat jaminan sosial yang diterima menjadi lebih produktif.

“Harapan kami, manfaat yang diterima para penerima manfaat benar-benar menjadi produktif. Mampu menggerakkan perekonomian daerah,” ucap Saiful.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit, Farah Diana mengatakan Program PEKA membuka kesempatan bagi ahli waris penerima santunan untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan usaha. “Harapan kami, para penerima manfaat tidak berhenti hanya pada saat menerima manfaat, tetapi dapat terus meningkatkan keterampilan sebagai jembatan menuju kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....