Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda Cetak Pelaku Usaha Produktif
- 19 Agt 2026 19:14 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Sebanyak 25 peserta dari BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Semarang Pemuda mengikuti Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Program tersebut membekali penerima manfaat dengan keterampilan dan pengetahuan untuk mendorong kemandirian ekonomi.
Program PEKA digelar secara serentak di 45 titik di Indonesia pada Selasa, 18 Agustus 2026, dengan total 1.426 peserta. Di wilayah Semarang, kegiatan berlangsung di Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY.
Peserta PEKA berasal dari ahli waris penerima manfaat serta peserta aktif yang memasuki masa persiapan pensiun. Program tersebut dirancang agar manfaat jaminan sosial tidak berhenti setelah peserta atau ahli waris menerima santunan.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan kehilangan tulang punggung keluarga dapat berdampak besar terhadap kondisi ekonomi. Oleh karena itu, perlindungan perlu dilanjutkan dengan pendampingan agar keluarga penerima manfaat mampu bangkit.
“Kita bisa membayangkan bagaimana beratnya ketika sebuah keluarga kehilangan orang yang selama ini menjadi tulang punggung mereka. Manfaat yang kami bayarkan tentu sangat berarti, tetapi kami ingin kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti di sana,” katanya.
Menurut Saiful, PEKA menjadi bagian dari upaya memperluas perlindungan kepada penerima manfaat. Pendampingan diberikan agar peserta dapat belajar, mengembangkan keterampilan, dan membangun kembali sumber penghidupan secara mandiri.
“Bagi kami, perlindungan bukanlah sebuah titik akhir. Ada kehidupan yang harus terus berjalan setelah risiko terjadi,” ujarnya.
Dalam kegiatan di Semarang, para peserta mendapatkan pelatihan dan pemahaman mengenai kewirausahaan, khususnya di bidang digital marketing. Peserta juga memperoleh literasi keuangan serta sosialisasi program Bukan Penerima Upah (BPU) BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, Mohamad Irfan, mengatakan pihaknya ingin memastikan manfaat yang diterima peserta dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang produktif.
“Secara regulasi tugas kami selesai pada saat memberikan santunan. Namun kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan peserta, bahkan keluarganya, dapat melanjutkan hidup dengan lebih sejahtera,” katanya.
Menurut Irfan, keberhasilan PEKA tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan. Indikator utamanya adalah semakin banyak penerima manfaat yang mampu membangun kembali kemandirian ekonomi setelah mengikuti program.
Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Harapan kami, manfaat yang diterima para penerima manfaat benar-benar menjadi produktif dan mampu menggerakkan perekonomian daerah,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....