Tenang Hadapi El Nino, Samuel Wattimena Ajak Masyarakat Hemat Air
- 08 Agt 2026 11:28 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan mitigasi menghadapi potensi El Nino. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi dampak kekeringan, keterbatasan air bersih, hingga ancaman terhadap sektor pertanian dan UMKM.
Hal itu disampaikan Samuel dalam podcast RRI Semarang bertajuk “Tenang Hadapi El Nino, Sigap Bergerak Kendalikan Krisis",Jumat 7 Agustus 2026. Menurut Samuel, El Nino merupakan fenomena kenaikan suhu permukaan laut yang dapat memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia.
Dengan adanya perubahan pola cuaca dan ketidakpastian iklim, masyarakat perlu merespons informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara serius. "Karena perubahan cuaca, uncertainty, ketidakpastian dari cuaca, menyebabkan kalau kemudian BMKG sebagai badan resmi mengeluarkan pengumuman ini, kita mesti mengantisipasinya secara lebih kritis," ujarnya.
Samuel mengatakan, berdasarkan prediksi keilmuan, periode Agustus hingga Oktober perlu menjadi perhatian. Karena itu, masyarakat tidak perlu menunggu hingga dampak El Nino semakin terasa untuk mulai melakukan persiapan.
Ia menilai Indonesia saat ini relatif lebih siap menghadapi fenomena El Nino dibandingkan periode sebelumnya, terutama jika dibandingkan dengan kondisi 1997-1998. Informasi dan peringatan dini dari BMKG dinilai menjadi modal penting dalam melakukan mitigasi.
Samuel juga mendorong penyebarluasan informasi mengenai El Nino hingga tingkat masyarakat paling bawah. Ia mengaku telah menyampaikan informasi tersebut melalui struktur organisasi di daerah pemilihannya di Semarang.
"Saya sudah menyampaikan ke PAC, DPC, ranting dan anak ranting (PDI Perjuangan). Saya akan membuatkan poster mengenai El Nino, apa yang bisa kita sikapi dengan keadaan El Nino. Saya berharap poster ini bisa dipasang di masing-masing RT, di balai RT, sehingga masyarakat bisa melihat," tuturnya.
Samuel menjelaskan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, El Nino dapat memicu kekeringan, meningkatkan risiko gagal panen, mengurangi ketersediaan air bersih, serta berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku UMKM.
"Logikanya akan berdampak terhadap para pekerja UMKM. Karena kalau kita mau menjaga kesehatan, tentunya kita harus mengurangi gorengan. Kita harus lebih banyak minum. Padahal air akan kekurangan. Jadi bagaimana kita mengatasi kekurangan air, tapi pada saat bersamaan kita membutuhkan air," jelasnya.
Menurutnya, masyarakat perlu menyadari bahwa air merupakan sumber daya vital yang selama ini kerap dianggap selalu tersedia. Untuk itu, Samuel mengajak masyarakat mulai melakukan penghematan air melalui kebiasaan sederhana di rumah. Salah satunya memanfaatkan kembali air yang masih layak digunakan.
Kebiasaan sederhana juga dapat diterapkan ketika masyarakat makan di restoran. Samuel mengaku mulai membiasakan diri meminta air mineral dalam gelas sesuai kebutuhan, dibandingkan membeli air dalam botol yang berpotensi menyisakan air. Samuel juga mengingatkan pelaku UMKM agar mulai beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen selama periode El Nino.
Menurutnya, informasi mengenai potensi dampak El Nino perlu disampaikan lebih awal agar pelaku usaha memiliki waktu untuk menyesuaikan produk. Ia mencontohkan pelaku usaha minuman dingin dan makanan gorengan yang tetap dapat berinovasi tanpa harus menghentikan usahanya.
Samuel menceritakan salah seorang konstituennya yang telah menjalankan usaha gorengan selama sekitar 15 tahun. Ia tidak menyarankan usaha tersebut dihentikan, melainkan mendorong diversifikasi produk. Menurut Samuel, kreativitas dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar UMKM tetap dapat bertahan di tengah perubahan kondisi lingkungan dan perilaku konsumen.
Ia berharap kewaspadaan menghadapi El Nino tidak menimbulkan kepanikan, tetapi justru mendorong masyarakat untuk bergerak bersama dengan melakukan langkah-langkah sederhana dan terukur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....