Samuel Wattimena: Promosi Pariwisata Harus Seiring Kesiapan Destinasi

  • 19 Jul 2026 16:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena mendorong pengelola desa wisata agar lebih mengutamakan kesiapan destinasi sebelum gencar melakukan promosi. Strategi promosi yang efektif dinilai harus dimulai dari pembenahan di dalam, sehingga pengalaman wisatawan sesuai dengan ekspektasi.

Hal itu disampaikan Samuel dalam kegiatan Diseminasi Strategi Promosi Pariwisata Nusantara di Era Digital bertajuk Makin Dikenal, Makin Dikunjungi yang digelar bersama Kementerian Pariwisata RI di Hotel Dafam Semarang, Minggu 19 Juli 2026. Samuel menilai promosi yang dilakukan tanpa diiringi kesiapan destinasi justru berpotensi menimbulkan dampak negatif.

Karena itu, menurut Samuel, aspek dasar seperti kebersihan, fasilitas umum, hingga kenyamanan wisatawan harus menjadi perhatian utama sebelum destinasi dipasarkan secara luas. Ia mencontohkan masih banyak desa wisata yang belum ramah bagi seluruh kalangan, terutama lansia.

Salah satu persoalan yang ditemuinya adalah ketersediaan fasilitas toilet yang dinilai belum memperhatikan kebutuhan pengunjung lanjut usia. Selain itu, Samuel meminta pemerintah daerah dan pengelola desa wisata lebih aktif memperkenalkan potensi daerahnya.

“Setiap desa tidak harus memiliki banyak atraksi wisata, melainkan cukup mengoptimalkan dua atau tiga keunggulan yang benar-benar menjadi ciri khas,” jelasnya. Antardesa wisata juga perlu membangun kolaborasi.

Desa yang memiliki keunggulan berbeda dapat saling melengkapi sehingga wisatawan terdorong mengunjungi lebih dari satu destinasi dalam satu perjalanan. Ia mengibaratkan kerja sama tersebut seperti sebuah tim sepak bola, di mana setiap pemain memiliki peran berbeda namun saling mendukung untuk mencapai hasil terbaik.

Terkait pengembangan desa wisata rintisan, Samuel mengatakan tantangan utamanya bukan pada jumlah kunjungan, melainkan kelengkapan daya tarik, aksesibilitas, dan informasi yang tersedia bagi wisatawan. Ia menegaskan seluruh desa memiliki peluang untuk naik kelas apabila mampu memenuhi indikator tersebut.

Sementara itu, Perwakilan Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI, Prima Sukma Pawestri, mendorong penguatan brand awareness serta penyusunan konten promosi yang tepat sasaran. Ini sebagai strategi meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Indonesia, termasuk Kota Semarang.

Prima mengatakan, salah satu aspek yang perlu diperkuat oleh pelaku usaha maupun pemerintah daerah adalah membangun kesadaran masyarakat terhadap destinasi wisata yang dimiliki. Menurutnya, informasi mengenai potensi wisata harus semakin mudah dijangkau agar mampu menarik minat calon wisatawan.

"Kalau menurut kami, brand awareness perlu diperkuat lagi. Karena masyarakat perlu informasi mengenai destinasi wisata, khususnya di Kota Semarang," ujarnya. Selain promosi secara langsung, Prima menilai peran biro perjalanan atau travel agent juga perlu dioptimalkan.

Melalui penyusunan paket-paket wisata yang menarik, wisatawan dapat memperoleh kemudahan dalam mengunjungi berbagai destinasi yang ada di Semarang maupun daerah sekitarnya. Terkait pemanfaatan media sosial, Prima mengungkapkan bahwa sebagian besar dinas pariwisata sebenarnya telah memiliki kanal digital, namun, efektivitas promosi sangat bergantung pada ketepatan dalam menentukan target pasar yang ingin disasar.

Menurut Prima, langkah pertama yang harus dilakukan oleh dinas pariwisata adalah menetapkan target pasar secara jelas. Setelah itu, materi promosi dapat disusun sesuai karakter dan kebutuhan audiens agar pesan yang disampaikan lebih efektif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....